Penyerapan Anggaran Baru 68 Persen, Dinas PUPR Kebut Dua Proyek Besar

Penyerapan Anggaran Baru 68 Persen, Dinas PUPR Kebut Dua Proyek Besar
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor optimistis penyerapan anggaran bisa meningkat. Pasalnya, dua proyek besar kolam retensi dan pedestarian Jalan Suryakencana rampung pada akhir Desember 2019

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Chusnul Rozaqi mengatakan, angka penyerapan anggaran di dinasnya sejauh ini mencapai 68%. Dia meyakini, hingga akhir tahun nanti angka penyerapan itu diprediksi bisa mencapai 85% dari nilai totaal anggaran sebesar Rp220 miliar.

"Proyek fisik yang sudah selesai cukup banyak seperti betonisasi jalan, tembok penahanan tanah, saluran air, jalan lingkungan dan jembatan," kata Chusnul, Rabu (11/12/2019).

Menurutnya, dua proyek besar saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Padahal, kontribusi dua proyek tersebut terhadap total penyerapan relatif signifikan. Dua proyek besar itu yakni pembangunan kolam retensi dan pembenahan pedestrian Jalan Suryakencana.

Khusus untuk pedestrian Suryakencana, sejauh ini progresnya mencapai 80%. Kini, pembenahan trotoar itu menyisakan sentuhan finishing berupa pemasangan granit. 

Sementara itu, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Bogor Satia Mulya menyebugkan progres dari proyek kolam retensi saat ini sekitar 70%. Pembangunan kolam tersbeut hanya menyisakan pemasangan beton. Pengerjaan dinding kolam masih dalam tahap penyelesaian bagian inlet dan outlet.

"Untuk kendala, saat ini kendalanya curah hujan saja yang membuat pengerjaan harus berhenti. Insya Allah minggu depan pengecoran, sehingga proyek segera rampung," terangnya.

Satia menjelaskan, pekerjaan fisik kolam retensi senilai Rp9,6 miliar dalam pagu itu dimenangkan CV Ananda Azka Perkasa dengan harga penawaran sebesar Rp8,8 miliar. Pengerjaannya berjalan selama 150 hari kalender atau hingga 27 Desember 2019. Percepatan sudah dilakukan sebagai antisipasi masuknya musim penghujan menjelang akhir tahun, proyek cukup jauh dari permukiman Warganya.

"Lokasi kolam retensi ini ada di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara. Secara teknis, kolam itu dibangun di atas lahan seluas 4.000 meter persegi. Namun hanya 3.300 meter persegi yang akan dijadikan kolam. Kedalaman variatif mungkin rata-rata sampai lima meter, kurang lebih 15 ribu kubik air bisa tertampung dan bisa menahan air sampai lima jam," pungkasnya. (Rizki Mauludi)