Waktu Mepet, Lelang Mobdin Dilakukan Awal 2020 Nanti 

Waktu Mepet, Lelang Mobdin Dilakukan Awal 2020 Nanti 
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Mepetnya waktu membuat lelang 46 mobil dinas, 16 mesin gilas, dan 1 alat berat ekskavator aset Pemkab Bogor akan dilakukan pada 2020 mendatang.

"Karena sebentar lagi akhir bulan Desember maka kami berencana akan melelang puluhan mobil dinas, belasan  mesin gilas dan alat berat ekskavator pada awal tahun 2020 mendatang," ucap 
Kabid Aset Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Bogor Bangun Septa ketika dihubungi wartawan, Rabu (11/12/2019).

Dia menerangkan, saat ini Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) sudah melakukan proses penilaian namun mereka belum menyerahkan harga taksiran kepada jajarannya.

"Aset-aset yang dijual pada pekan lalu sudah dinilai oleh KPKNL namun harga taksirannya belum dilaporkan ke kami, yang jelas kondisi kendaraan mobil dinasnya maupun lainnya dalam kondisi rusak berat. Selain itu kami juga akan melelang puluhan kendaraan roda dua namun tidak dijual satuan," terangnya.

Bangun menjelaskan 46 mobil dinas yang dilelang ada yang dulu penggunaannya di Setda, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Lingkungam Hidup dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya.

"Kebanyakan yang dijual kendaraan roda empat atau lebih jenis minibus dan truk, kalau mobil sedan ada dua merk Toyota Camry bekas kendaraan dinas mantan Bupati Bogor Agus Utara Effendi dan mantan Sekda Kabupaten Bogor," jelas Bangun.

Ia melanjutkan DPKAD juga memiliki beberapa mobil ambulance yang dalam kondisi rusak berat, namun kendaraan - kendaraan dari Dinas Kesehatan, RSUD dan Puskesmas tersebut tidak ikut dilelang.

"Khusus mobil ambulans, Pemkab Bogor akan menghibahkannya kepada Sekolah Menengah Kejuruan  (SMK) untuk nantinya bahan praktek siswa jurusan otomotif atau mesin. Kepada pihak SMK yang mau silakan buat dan kirim surat permohonannya," lanjutnya.

Banyaknya kendaraan mobil atau motor dinas yang rusak ini akab disikapi Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan. Politisi Partai Gerindra ini akan memperhatikan anggaran pemeliharaan dan perawatan kendaraan dinas.

"Ke depan perawatan dan pemeliharaan kendaraan dinas harus lebih jelas dan transparans, laporan penggunaan anggarannya jangan hanya dalam bentuk bon saja tapi harus disertai foto fisik kendaraan yang dikendarai dan juga bengkel mana yang men-service kendaraan dinas tersebut," tukas Iwan. (Reza Zurifwan)