Beragam Kegiatan di Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2019

Beragam Kegiatan di Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2019
Kepala Seksi Layanan Rehabilitasi Sosial, BRSPDSN Wyata Guna Bandung, Hisyam Cholil di acara Hari Disabilitas Internasional 2019, Rabu (11/12/2019). (okky adiana)

INILAH, Bandung - Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna Bandung, menggelar Hari Disabilitas Internasional, pada Rabu (11/12/2019).

Peringatan Hari Penyandang Cacat Internasional atau Hari Difabel Internasional ini bertujuan untuk mengembangkan wawasan masyarakat akan persoalan-persoalan yang terjadi berkaitan dengan kehidupan para penyandang cacat dan memberikan dukungan untuk meningkatkan martabat, hak, dan kesejahteraan para penyandang cacat.

Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang disabilitas, menghilangkan stigma terhadap penyandang disabilitas, memberikan dukungan untuk meningkatkan kemampuan serta kesejahteraan difabel.

Kepala Seksi Layanan Rehabilitasi Sosial Hisyam Cholil mengatakan, ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh mereka, di antaranya terapi kehidupan, terapi psikososial, terapi fisik dan mental spiritual dan donor darah.

Contohnya, untuk terapi kehidupan, anak diberikan keterampilan hidup, agar mereka bisa mandiri dan fungsi sosialnya juga meningkat. Terapi psikososial, dia juga ada konteks psikososialnya, terapi fisik bisa memainkan kondisi fisik juga mentalnya.

"Terapi kehidupan misalnya, ada barista, kopi-kopi, dan ada jaga massage-nya. Yang kedua ada keterampilan membuat telur asin dan lainnya, jadi anak juga harus mendalami agama, prinsipnya adalah negara yang berkebutuhan yang maha esa," imbuh Hisyam.

Dia berharap, persoalan-persoalan yang terjadi berkaitan dengan kehidupan para penyandang cacat dan memberikan dukungan untuk meningkatkan martabat, hak, dan kesejahteraan para penyandang cacat.

"Bahwa dengan adanya adanya inklusivitas, terciptanya masyarakat yang inklusi, kita menghargai, kita memosisikan dan menempatkan disabilitas dengan komplek dengan masyarakat, kita saling merangkul. Meskipun disabilitas tapi jangan disingkirkan, kita rangkul, kita ajak bersama, ini hari besarnya mereka," tambahnya. (okky adiana)