Bayer Leverkusen vs Juventus, Neraka BayArena

Bayer Leverkusen vs Juventus, Neraka BayArena
Paulo Dybala. (Net)

MAU tak mau, Bayer Leverkusen wajib mengalahkan Juventus di BayArena, Kamis (12/12) dini hari WIB. Kalah, berarti tamat!

Leverkusen dalam posisi sulit. Mereka tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara Grup D dengan koleksi enam poin, tertinggal satu poin dari Atletico Madrid yang menempati peringkat kedua.

Maka ada dua syarat bagi Leverkusen untuk melaju ke fase knockout Liga Champions. Yang pertama, menaklukkan sang pemuncak Juventus yang sudah dipastikan lolos. Lalu syarat kedua, Atletico Madrid tergelincir ketika menghadapi Lokomotiv Moskow.

"Kami tak mau memikirkan itu (hasil laga Atletico). Kami dengan bantuan suporter akan berusaha mengalahkan Juventus baru setelah itu takdir apa yang harus kami terima," ujar Pelatih Petr Bosz.

Ya, Bosz memang berharap BayArena dipenuhi puluhan ribu suporter yang menciptakan atmosfer bak neraka bagi Juventus. Kans cukup terbuka lebar lantaran tim tamu juga sedang terluka menyusul kekalahan 1-3 melawan Lazio di pentas Serie A, akhir pekan lalu.

Kemungkinan besar, Juventus juga tak diperkuat beberapa pemain inti. Sang megabintang Cristiano Ronaldo akan menepi dengan digantikan Paulo Dybala di sektor penyerangan.

"Mereka memiliki pemain-pemain luar biasa. Saya rasa, satu atau dua pemain absen tak jadi masalah besar bagi mereka. Kami hanya perlu menyiapkan diri untuk mengeluarkan kemampuan terbaik," tegasnya.

Leverkusen akan menurunkan kekuatan terbaiknya. Nyaris tak ada pemain inti yang dibekap cedera. "Kami akan bermain dengan intensitas tinggi. Kami perlu menang dan kami akan bermain untuk kemenangan," pungkas Bosz.

Kritik Tajam

Sementara itu, kekalahan 1-3 yang dialami Juventus ketika meladeni Lazio berbuah kritik tajam bagi sang allenatore, Maurizio Sarri. Ya, Sarri dianggap belum mampu mengangkat performa Si Nyonya Tua ke level tertinggi.

Legenda sepakbola Italia, Dino Zoff menilai bahwa mulai saat ini Juve harusnya mulai fokus untuk meraih kemenangan. Menurutnya, mencoba memahami gaya sepakbola yang diterapkan Sarri hanya akan membuat Juve kehilangan poin.

Sarri memang punya filosofi hebat dalam membesut sebuah tim. Ketika menukangi Napoli, dia sukses menyuguhkan sebuah pertunjukan atraktif di setiap laga. Napoli tampil begitu menyerang dengan pressure tinggi.

Setelah menangani Napoli, Sarri mencoba peruntungannya membesut Chelsea. Baru semusim menjadi juru taktik di sana, Sarri pun sudah terlempar. Pasalnya, Sarri kesulitan membuat Chelsea tampil konsisten. Selain itu, para pemain Chelsea pun tak sepenuhnya bisa menerapkan filosofi bermain Sarri.

Kini Sarri dipercaya untuk menangani Juve. Sebagai, pelatih anyar, Sarri tentunya harus memulai dari nol dalam menerapkan filosofi bermainnya kepada para pemain. 

Kendati demikian, Zoff menilai bahwa hal itu memakan terlalu banyak waktu. Sebab, hingga saat ini ia menilai Juve belum menampilkan permainan yang benar-benar apik.

“Saya tidak akan berbicara tentang Sarrismo. Dalam olahraga, menang adalah yang terpenting. Hal-hal lainnya adalah yang kedua. Juventus tim besar dan ingin menang, tetapi kemudian ada Inter yang melakukannya dengan sangat baik,” ucap Zoff. (bsf)
 

HEAD TO HEAD
01/10/19: Juventus 3-0 Bayer Leverkusen
12/03/02: Bayer Leverkusen 3-1 Juventus
29/11/01: Juventus 4-0 Bayer Leverkusen

LIMA LAGA TERAKHIR BAYER LEVERKUSEN
07/12/19: Bayer Leverkusen 2-1 Schalke
30/11/19: Bayern Muenchen 1-2 Bayer Leverkusen
26/11/19: L Moskow 0-2 Bayer Leverkusen
23/11/19: Bayer Leverkusen 1-1 Freiburg
10/11/19: Wolfsburg 0-2 Bayer Leverkusen

LIMA LAGA TERAKHIR JUVENTUS
07/12/19: Lazio 3-1 Juventus
01/12/19: Juventus 2-2 Sassuolo
26/11/19: Juventus 1-0 Atletico
23/11/19: Atalanta 1-3 Juventus
10/11/19: Juventus 1-0 AC Milan

PRAKIRAAN PEMAIN
Leverkusen (4-2-3-1)

Hradecky (GK) Wendell, Bender, Tah, S Bender (B) Baumagartlinger, Aranguiz (cdm) Bailey, Havertz, Bellarabi (T) Volland (D)
Pelatih: Peter Bosz
Juventus (4-3-1-2)
Buffon (GK) Danilo, Bonucci, Rugani, Sandro (B) Bentancur, Pjanic, Rabiot (T) Bernardeschi (ss) Higuain, Dybala (D)
Pelatih: Maurizio Sarri