Pemkab Purwakarta Upayakan Air Mancur Tetap Beroperasi di Segala Cuaca

Pemkab Purwakarta Upayakan Air Mancur Tetap Beroperasi di Segala Cuaca
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika di Purwakarta. (net)

INILAH, Purwakarta - Pemkab Purwakarta saat ini sedang merumuskan cara supaya ketersediaan air di Situ Buleud bisa tetap terjaga, meskipun di musim kemarau sehingga dalam kondisi cuaca apapun, pertunjukan air mancur bisa terus berlangsung setiap pekannya.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menilai, keberadaan Taman Sribaduga selama ini menjadi salah satu pendongkrak perekonomian masyarakatnya. Misalnya, melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Tak heran, setiap pekannya perputaran uang di kawasan tersebut cukup masif.

“Kami rasakan empat bulan terakhir ini, bagaimana perekonomian masyarakat menjadi lesu di kala tak ada pertunjukan air mancur. Makanya, saat ini kami sedang merumuskan supaya air mancur ini bisa terus beroperasi,” ujar Anne, belum lama ini.

Anne menjelaskan, salah satu upayanya yang sudah tergambar, yakni dengan cara mencari sumber air lain sebagai penyuplai ke Situ Buleud. Dengan kata lain, ke depan sumber air yang digunakan untuk mengairi Situ Buleud, itu berasal dari tempat lain sehingga tidak mengandalkan saluran irigasi seperti sekarang.

“Bisa saja dengan pipanisasi, yakni dengan mengambil air langsung dari Waduk Jatiluhur. Tapi, upaya ini masih kami bahas,” jelas dia.

Menurut dia, dengan adanya sumber baru sebagai penyuplai air ke Situ Buleud, pertunjukan air mancur bisa terus beroperasi dalam kondisi cuaca apapun. Artinya, meski cuaca sedang kemarau, Situ Buleud tidak akan mengalami kekurangan air.

Anne menyayangkan, kunjungan wisatawan ke Kabupaten Purwakarta anjlok, tak mencapai target kunjungan wisatawan tahun ini sebanyak empat juta orang. Selain itu, penghentian sementara air mancur juga menurunkan omzet para pelaku usaha mikro kecil menengah lokal.

Selama ini, pertunjukan air mancur di Taman Sribaduga atau Situ Buleud diakui mendominasi kunjungan wisatawan ke Kabupaten Purwakarta. Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan oleh ratusan pedagang makanan yang menggelar festival wisata kuliner di dekat lokasi setiap akhir pekan. (asep mulyana)