Libur Natal dan Tahun Baru, Air Mancur Sribaduga Dipastikan Beroperasi

Libur Natal dan Tahun Baru, Air Mancur Sribaduga Dipastikan Beroperasi
Ilustrasi (net)

INILAH, Purwakarta – Keberadaan air mancur menari di kawasan Taman Sribaduga (Situ Buleud) Kabupaten Purwakarta, sejauh ini bak oase di gurun pasir. Bagaimana tidak, sejak dibangun pada 2014 lalu, kawasan ruang terbuka hijau di wilayah kabupaten kecil kedua di Jabar itu kerap disesaki puluhan ribu pengunjung, apalagi tiap akhir pekan.

Sayangnya, sudah lebih dari 4 bulan terakhir, wisatawan yang datang ke lokasi ini tak bisa menikmati suguhan atraksi air mancur menari itu. Pasalnya, pertunjukan air mancur tak beroperasi karena menyusutnya debit air di Situ yang menjadi ikon Kabupaten Purwakarta tersebut.

Namun demikian, pengelola wisata alam tersebut, Bidang Pariwisata, Disporaparbud Kabupaten Purwakarta meminta masyarakat tak risau. Saat ini, sedang diupayakan untuk  pengoperasian air mancur menari tersebut.

Kabid Pariwisata, Disporaparbud Purwakarta, Irfan Suryana menuturkan, intensitas curah hujan yang turun di wilayahnya mulai menunjukkan peningkatan. Hal itu, menurutnya cukup berpengaruh terhadap debit air di Situ Buleud. Saat ini, pihaknya tinggal menunggu elevasi air di level standar.

“Ketinggian air kurang lebih butuh 30 sentimeter agar air mancur bisa beroperasi kembali. Yang penting mesinnya terendam. Kalau hujan terus-menerus seperti sekarang, mungkin dalam sepekan Situ Buleud bisa terisi,” ujar Irfan kepada INILAH, Rabu (11/12/2019).

Irfan menjelaskan, selama ini sumber air ke Situ Buleud masih mengandalkan saluran irigasi dari Dam Timbris di Kecamatan Pondoksalam. Sehingga, air yang sampai ke Situ Buleud merupakan sisa air yang tidak digunakan untuk mengairi persawahan di sepanjang saluran irigasi tersebut.

“Sekarang meskipun hujan sudah mulai sering, tapi airnya juga masih dibutuhkan oleh petani. Jadi air yang sampai ke Situ Buleud masih sedikit,” kata Irfan.

Meskipun demikian, Irfan tetap optimistis debit air akan mencukupi untuk mengoperasikan air mancur raksasa tersebut. Sehingga, di momen libur Natal dan Tahun baru pertunjukan ari mancur menari bisa kembali beroperasi.

Sambil menunggu Situ Buleud terisi sesuai kebutuhan, Disporabudpar setempat juga mempersiapkan pengoperasian kembali Air Mancur Sri Baduga. Mulai dari perizinan keramaian ke polisi hingga berkoordinasi dengan dinas lainnya untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Seperti diketahui, di Taman Sribaduga (Situ Buleud) ada suguhan menarik yang disiapkan Pemkab Purwakarta, Air Mancur Menari yang diklaim terbesar di Asia Tenggara. Selain memiliki lingkaran sekitar 1 hektare, air mancur ini memiliki banyak variasi gerakan yang disesuaikan dengan hentakan irama musik.

Jadi, jika hentakan cukup cepat, air mancur pun akan menari dengan cepat dan tinggi. Namun jika alunan musik lambat, air mancur ini hanya akan menari dengan gemulai. Atraksi air mancur ini, diprogram dengan beragam jenis musik secara digital.

Selain musik dan variasi tarian, air mancur ini pun dipadukan dengan unsur tata cahaya dan api di atasnya. Tak hanya itu, di sekeliling taman ini pun terpasang kursi supaya para pengunjung merasa nyaman saat menonton Air Mancur Menari itu.‎ (asep mulyana)