Padatnya Arus Lalu Lintas Kendala Pembangunan LRT dan Kereta Cepat

Padatnya Arus Lalu Lintas Kendala Pembangunan LRT dan Kereta Cepat
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri di sela peninjauan proyek kereta api ringan (light rail transit/LRT). (antara)

INILAH, Bekasi - Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mengemukakan bahwa padatnya arus lalu lintas jalan tol menjadi salah satu kendala pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dan kereta api ringan (light rail transit/LRT).

"Complicated, kita membangun dimana kondisi kita tidak boleh mengganggu aktivitas yang sudah berjalan," ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri di sela peninjauan proyek kereta api ringan (light rail transit/LRT) dan kereta cepat Jakarta-Bandung yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo di Bekasi, Kamis.

Ia mengemukakan pembangunan proyek LRT wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) dan kereta cepat Jakarta-Bandung itu ditargetkan rampung pada akhir 2021.

"Berdasarkan perencanaan awal, untuk LRT Jabodebek selesai di Desember 2021, kereta cepat juga akan selesai pada waktu yang sama," katanya.

Selain kendala arus lalulintas padat, Zulfikri mengemukakan pembebasan lahan depo seluas 12,22 hektar di Bekasi untuk proyek LRT juga masih menjadi salah satu kendala.

"Lahan depo LRT di Bekasi masih berprogres tapi progresnya cukup bagus. Kalau pembebasan lahan untuk kereta cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 99,93 persen," ucapnya.

Terkait kemajuan pekerjaan, ia memaparkan, progres pembangunan proyek LRT Jabodebek sudah mencapai 67,73 persen, terdiri dari jalur Cawang-Cibubur sebesar 86,26 persen, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas (59,27 persen, dan Cawang-Bekasi Timur mencapai 60,84 persen.

Sementara pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 38,02 per awal Desember 2019. "Ditargetkan, hingga akhir tahun ini pembangunannya mencapai 40 persen," kata Zulfikri.

Mengenai teknologi ia menyampaikan kedua transportasi itu, baik LRT Jabodebek dan kereta cepat Jakarta-Bandung akan menggunakan teknologi tinggi.

"Untuk LRT Jabodebek, nantinya akan 'full automated', dioperasikan melalui 'control room' yang ada di depo kabupaten Bekasi," katanya.

Demikian pula dengan teknologi kereta cepat Jakarta-Bandung, akan menggunakan kereta cepat generasi terbaru, CR400AF, yang merupakan hasil pengembangan tipe CRH380A oleh CRRC Qingdao Sifang.

"Diharapkan, jauh sebelum diresmikan pada akhir 2021 nanti kita sudah melakukan serangkaian uji coba, sehingga kita mempunyai waktu yang panjang untuk melakukan pengujian teknologi yang canggih itu," katanya. (antara)