Yuk, Perangi Hoax Lewat Literasi Digital

Yuk, Perangi Hoax Lewat Literasi Digital
(Foto: Ridwan Abdul Malik)

INILAH, Bandung- Hoaks atau berita bohong menjadi musuh bersama masyarakat di Indonesia. Hoaks kerap memecah belah keutuhan bangsa hingga merusak generasi saat ini.

Hal itu disampaikan Kabid IKP Diskominfo Jabar, Dedi Dharmawan usai menghadiri acara diskusi yang bertajuk Peran jurnalis dan pemuda dalam melawan hoax guna mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas di Freddo Coffee Jl Merak No 4 Bandung, Kamis, (12/12/2019).

"Berita hoaks ini sangat bahaya sekali yah, terlebih untuk persatuan, gara-gara hoaks itu bisa terjadi pertikaian," ucap Dedi.

Oleh karena itu, Dedi mengungkapkan, pihaknya saat ini sedang gencar melakukan sosialisasi literasi digital ke masyarakat di Jawa Barat. Literasi digital yang baik diyakini dapat meminimalisir terpaparnya masyarakat akan berita hoaks.

"Kita laksanakan selama ini terutama titik beratnya ke literasi yah, karena pemahanan masyarakat dalam memahami isi berita masih kurang, makannya kami galakkan sosialisasi terkait Literasi digital ke masyarakat," ujar Dedi.

Ditemui ditempat yang sama, Ketua Pelaksana Diskusi sekaligus Ketua Pemuda Peduli Bangsa (PPB), Iwan Kartiwa mengungkapkan, selain dapat merusak keutuhan bangsa. Hoaks atau berita bohong juga dapat merusak generasi emas Indonesia.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak para jurnalis dan pemuda untuk bahu membahu dalam memerangi hoaks.

"Sebagai pemuda, kami PPB berada dalam barisan terdepan untuk memerangi informasi hoaks guna mewujudkan Indoesia. Karena itu pula kami menggelar acara ini," ujarnya.

Iwan juga mengungkapkan, penguatan pengetahuan literasi digital, merupakan satu diantara solusi untuk menghindarkan orang terpengaruh hoaks.

"Selintas aja kita bisa curiga ini berita hoax apa bukan untuk orang-orang yang memiliki nalar literasi digital yang baik," pungkasnya.

Perlu diketahui, dalam kegiatan tersebut turut hadir beberapa narasumber, diantaranya Redaktur Pelaksana Pikiran Rakyat Deni Yudiawan, akademisi kampus Universitas Pendidikan Indonesia muhammad Iqbal, tim Jabar Saber Hoaks Ganjar Darusalam. (Ridwan Abdul Malik)