Tokoh Muslim AS Ini Ingatkan Muslim Indonesia

Tokoh Muslim AS Ini Ingatkan Muslim Indonesia

INILAH, Jakarta - Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia punya potensi pasar keuangan berbasis syariah yang menggiurkan. Tapi, konsumen perlu hati-hati. Jangan sampai tertipu investasi syariah bodong alias abal-abal.

Saat ini, dunia media sosial (medsos) dibikin heboh pernyataan Imam Shamsi Ali, tokoh Muslim yang bermukim di Amerika Serikat. Putera asal Kajang, Sulawesi Selatan ini, menyoroti sepak terjang Hartadinata, pendiri Stern Resources (SR) Group yang mulai merambah bisnis syariah di Indonesia, melalui sistem pembayaran syariah bernama Syariah Islam (SI) LLC.

Melalui akun twitter @ShamsiAli2, dia mempermasalahkan Hartadinata yang merupakan putera Richardus Harianto yang non Muslim. Dituslikan: "Sekarang menjual syariah, masuk pesantren, pakai kopiah haji. Mau bisnis haji/umrah....hati-hati wahai umat Islam! Banyak penipu, Scam!" lanjut Shamsi Ali yang dikabarkan tengah menggagas pondok pesantren Indonesia di AS.

Dikutip dari Times.co.id, pada 10 Septemner 2019, Stern Resources (SR) Group meluncurkan sistem pembiayaan syariah (SI LLC) di Ponpes Nurul Khidmah, Tandes, Surabaya, Jawa Timur. Dalam acara tersebut, dihadiri ulama, kiayi, developer, partner SR Group dari berbagai pelosok Tanah Air serta umat. Mereka turut menjadi saksi lahirnya terobosan layanan inovasi finansial tersebut.

Sementara SR Group berkantor pusat di New York, bisnis utamanya adalah pendanaan proyek pembangunan di Indonesia yang sedang berkembang pesat dengan empat produk yaitu properti syariah, healthcare syariah (rumah sakit dan klinik), halal tourism (haji dan umrah), serta agro bisnis.

"Kami ingin memberikan layanan pembiayaan syariah terbaik dan terbesar sebagai media sharing ekonomi untuk mencapai kesejahteraan bersama," terang Hartadinata.

Dalam tiga bulan SI LLC akan menyelesaikan lima puluh project di dua bidang yakni 48 properti syariah dan dua project healthcare. Properti akan menyasar segmen perumahan subsidi menyentuh masyarakat bawah.

Stern Resources Group menangkap peluang pembiayaan syariah dengan membuka cabang di beberapa kota besar dan kabupaten sebagai kantor perwakilan.

Sepak terjang perusahaan raksasa di Amerika tersebut tidak perlu diragukan lagi. Beberapa gedung apartemen dan hotel di New York City, seperti Four Point Hotel, Holiday Inn Hotel dan Westin Hotel telah digarap secara serius oleh perusahaan investasi berskala internasional ini.

Perusahaan ini memang terdaftar di Departemen Commerce Negeri Paman Sam. Informasi saja, izin mendirikan perusahaan di AS, cukup mudah. Asalkan punya Security Social (SS). Masalahnya, ketika masuk ke Indonesia, harusnya terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ketika INILAHCOM, ingin mengkonfirmasi soal tersebut, pihak OJK berbelit. Lantaran harus melayangkan surat permohonan wawancara berikut pertanyaannya. Jadi, sebaiknya jangan mudah tergiur dengan tawaran investasi. Tentu saja, termasuk tawaran dari investasi yang berbasiskan syariah. Sebelum menjadi korban investasi bodong atau abal-abal, sebaiknya lakukan cek dan ricek ke pihak yang berwenang. [inilahcom]