Hasil Open Bidding Diduga 'Dimainkan' Sunjaya, Bupati Imron Membantah

Hasil Open Bidding Diduga 'Dimainkan' Sunjaya, Bupati Imron Membantah
Mantan Bupati Cirebon Sunjaya. (Bambang Prasethyo)

INILAH, Cirebon- Situasi Kabupaten Cirebon semakin memanas. Gara-garanya, hasil Open bidding untuk sembilan OPD yang kabarnya dikendalikan mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi sastra.

Kabarnya, Sunjaya 'mengatur' posisi tiga besar calon kadis untuk 9 OPD. "Kalau mau cari aman, bupati Imron harusnya mengambil dari nilai terbaik dari tiga kandidat disetiap OPDnya. Tapi nyatanya, sudah ada calon Kadis yang tidak diambil dari nilai test terbaik," kata sumber yang layak dipercaya di lingkungan Pemkab Cirebon yang enggan disebutkan namanya.

Sumber lainnya mengungkapkan pengaruh mantan Bupati Sunjaya masih sangat besar dalam persoalan mutasi. Sumber ini menyebutkan, saat ini sudah muncul beberapa nama. 

"Dia nilainya bukan yang terbaik namun masuk tiga besar. Kabarnya sudah menyetor sejumlah uang. Silahkan telusuri saja," ucapnya.

Terpisah, Bupati Cirebon Imron Rosyadi, Jumat (13/12/2019) mengaku baru mengetahui adanya isu tersebut. Menurut Imron, tidak ada campur tangan Sunjaya di penjara yang berkaitan dengan urusan Pemkab Cirebon, termasuk hasil open bidding. Imron memastikan, semuanya bersih dan tidak ada transaksi.

"Setor kemana? Saya belum pernah menerima. Nanti saya akan panggil dia, dan saya akan konfrotir kepada yang bersangkutan," aku Imron.

Ditanya kenapa harus cape cape memilih tiga besar, sementara sudah jelas muncul nilai terbaik, menurutnya mekanisme yang ada tidak seperti itu. Imron beralasan, sama sekali pihak BKPSDM tidak memberikan nilai setiap person, dan hanya menyodorkan nama nama yang masuk tiga besar disetiap OPDnya.

"Kan katanya tidak boleh memberitahukan nilai, hanya nama yang masuk tiga besar saja. Ini kan hak preogatif saya dari tiga besar itu, mana yang saya anggap pantas menjadi eselon dua. Pokoknya tidak ada intervensi siapapun," tukas Imron.

Seperti diketahui, Pemkab Cirebon sudah selesai menggelar open bidding untuk sembilan eselon II. Ke sembilan eselon II yang kosong tersebut adalah Asisten Pemkesra, staf ahli, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Koperasi, Dinas Sosial, Kesbangpol, DPMD, DPPKB dan Sekwan DPRD Kabupaten Cirebon.

Ironisnya, harusnya Bupati segera melakukan pelantikan dari hasil open bidding tersebut. Itu karena banyak eselon II yang rangkap jabatan dengan menjadi PLt beberapa OPD. Tapi entah kenapa, sampai mendekati akhir tahun ini belum juga ada pelantikan eselon II. (maman suharman)