Biadab, Janda di Karawang Tega Bunuh Bayinya yang Baru Lahir

Biadab, Janda di Karawang Tega Bunuh Bayinya yang Baru Lahir
Ilustrasi/Net

INILAH, Karawang – ET alias NY (40), warga Dusun Simpar RT 001/003, Desa Kutaraharja, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang tega menghabisi nyawa bayi laki-lakinya yang baru lahir. Dia melempar bayi itu ke tempat sampah, lalu ditutupi jerami padi.

Aksi keji ibu tersebut terungkap, setelah warga di kampungnya menemukan jasad bayi laki-laki di tempat sampah pada 32 Oktober lalu. Saat ditemukan, kondisi bayi tersebut sudah mulai membusuk dan digerumuti semut. Warga pun, kemudian melaporkan penemuannya itu ke pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Bimantoro Kurniawan, mengatakan, sejak penemuan jasad bayi malang ini warga langsung melaporkan ke jajarannya. Saat itu juga, jajarannya mencari pelaku yang tega membuang bayi merah tersebut.

“Saat ditemukan, jasad bayi ini ditutupi jerami padi. Kasus penemuan bayi itu, lalu dilaporkan ke kita. Sejak saat itu, kita melakukan penyelidikan,” ujar Bimantoro, kepada wartawan, Jumat (13/12).

Bimantoro menuturkan, penyelidikan yang dilakukan jajarannya akhirnya berbuah hasil. Belum lama ini, anggotanya menemukan titik terang mengenai pelaku pembuangan bayi tersebut. Yakni, ET yang merupakan seorang janda. Pelaku, ditangkap di rumahnya tanpa melakukan perlawanan.

Kepada penyidik, pelaku mengakui jika dia telah membunuh anak hasil hubungan gelap dengan kekasihnya itu. Ada dua alasan, yang melatarbelakangi pembunuhan bayi laki-laki tersebut. Pertama, pelaku malu jika dirinya memiliki anak hasil hubungan gelap. Mengingat, dia seorang janda.

“Dari pengakuannya, pelaku sempat berupaya menggugurkan kandungannya saat mengetahui hamil. Yakni, dengan cara mengkonsumsi obat dan jamu,” jelas dia.

Namun, janin tersebut justru berkembang dengan baik sampai usia kehamilan sembilan bulan. Kemudian, saat persalinan, ET melahirkan sendiri dan memutus tali ari-ari anaknya juga sendiri. Setelah anaknya lahir, dia lemparkan bayi laki-laki itu ke tempat sampah.

Lalu, jasad bayinya ditutupi jerami. Dengan harapan, tidak akan diketahui banyak pihak. Adapun alasan kedua dia membunuh anaknya, karena ET dipusingkan dengan rentenir dan bank emok. Apalagi, yang meminjam uang ke rentenirnya adalah kekasih atau bapak biologis dari si bayi malang itu.

“Jadi, setiap hari ET ini ditagih rentenir. Padahal, uangnya yang memakai adalah kekasihnya,” tambah dia.

Dia menambahkan, pelaku ET saat ini telah diamakan di Mapolres Purwakarta. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal berlapis UU perlindungan anak Pasal 80 ayat 3 dan Pasal 341 KHUP. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Asep Mulyana)