Mantap, Lurah Sindang Sari 'Melawan' Rokok di Dalam Rumah

Mantap, Lurah Sindang Sari 'Melawan' Rokok di Dalam Rumah
(Foto: Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor – Lurah Sidang Sari, Eka Deri Rahmat Irawan, mengintenskan sosialisasi larangan merokok dalam rumah dan mencabuti reklame, brosur dan sejenisnya yang terpampang di tembok maupun dipasang di warung kelontong pada Jumat (13/12). 

Eka mengatakan, pihaknya bersama kader kelurahan di berbagai RW dan pihak puskesmas Pulo Armin tengah menggencarkan sosialisasi gerakan antimerokok di dalam rumah.

“Kita ketahui merokok di dalam rumah merupakan pola hidup tidak sehat karena menambah jumlah perokok pasif. Kegiatan yang langsung saya jalankan ini merupakan ajakan kepada warga untuk melakukan pola hidup sehat,”  ungkap Eka kepada INILAH.

Dia melanjutkan, pihaknya melakukan sosialisasi dari pintu ke pintu, satu rumah ke rumah lainnya. Selain bersilaturahmi dengan warga, juga sosialisasi akan lebih efektif dengan cara tersebut.

“Terlebih apabila ada rumah yang sudah dilakukan sosialisasi dan pemaparan dampak merokok di dalam rumah, kami akan melakukan penempelan stiker di depan pintu rumah atau jendelanya,” tambahnya.

Selain itu, Eka juga melakukan amanat Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dengan mencabuti poster, spanduk hingga pamflet yang dipasang di lingkungan warga maupun yang terpampang di warung-warung kelontongan. Sesuai aturan, promosi rokok di Kota Bogor dilarang setelah adanya Perda KTR.

“Jadi kami lakukan penertiban di wilayah Sindang Sari perihal masih banyaknya iklan dan poster rokok di warung maupun di titik strategis jalan warga,” jelasnya.

Saat ditanya soal respons masyarakat, Eka menegaskan masyarakat, terutama ibu-ibu kader PKK Kelurahan Sindang Sari mendukung adanya sosialisasi larangan merokok di dalam rumah. Apalagi di dalam rumah ada bayi ataupun balita, itu sangat tidak baik.

“Ibu-ibu juga ikut dengan saya sosialisasi dengan pengeras suara dan membawa spanduk larangan merokok di dalam rumah. Ini bukti nyata dukungan. Mudah-mudahan bapak-bapak perokok dapat memahami sehingga pola hidup masyarakat bisa lebih sehat,” pungkasnya. (rizki mauludi/ing)