Sehari, Rata-rata Terjadi Dua Bencana Alam di Kab Bogor

Sehari, Rata-rata Terjadi Dua Bencana Alam di Kab Bogor
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Bogor- Setiap hari, rata-rata terjadi dua kali bencana alam di Kabupaten Bogor. Sepanjang tahun lalu, korbannya enam orang meninggal dunia.

Tahun 2019 belum tutup buku. Tapi, sejak awal tahun, sudah terjadi 754 kali kejadian bencana alam di Bumi Tegar Beriman. Rata-rata, lebih dari dua kali bencana terjadi dalam sehari. Paling banyak adalah puting beliung.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Yani Hasan mengatakan jenis bencana alam  yang menimpa warga Bumi Tegar Beriman adalah tanah longsor, banjir, angin puting beliung, tenggelam, tersambar petir, kebakaran, kekeringan, pohon tumbang dan gempa bumi.

“Ada 225 kejadian angin puting beliung, 180 kejadian tanah longsor, 48 kejadian banjir dan 330 kejadian lainnya ialah tenggelam, tersambar petir, kebakaran, kekeringan, pohon tumbang dan gempa bumi,” kata Yani ketika dihubungi wartawan, Jumat (13/12).

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) ini menambahkan para korban bencana alam yang rumahnya mengalami kerusakan akan dan sudah diberikan bantuan keuangan dari Pemkab Bogor.

“Bagi pemilik rumah atau pihak sekolah yang mengalami rusak ringan, selain diberikan bantuan pangan dan sandang, juga akan diberikan bantuan Rp5 juta. Lalu, Rp10 juta untuk pemilik rumah atau pihak sekolah yang mengalami rusak sedang dan Rp20 juta untuk pemilikrumah atau pihak sekolah yang mengalami rusak berat,” tambahnya.

Yani menjelaskan dari 754 kejadian bencana alam dan ribuan warga terdampak, enam orang dinyatakan meninggal dunia akibat bencana seperti tertimpa longsor, kebakaran, tenggelam dan tersambar petir.

“Untuk keluarga korban yang meninggal dunia, pihak kecamatan setempat lokasi kejadian bencama alam juga memberikan santunan untuk biaya pemakaman korban meninggal dunia,” jelas Yani.

Ia melanjutkan ke depan bantuan benca alam akan dipisah. Untuk korban kebakaran bencana alam akan disalurkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran sedangkan untuk korban bencana alam lainnya akan diserahkan oleh BPBD.

“Dulu pemadam kebakaran itu kan masih menyatu di BPBD. Dengan pemisahan dan menjadi dinas tersendiri, maka ke depan pemberian bantuan alam akan dipisah sesuai jenis bencananya,” lanjutnya. (ing)