Mantan Wamen ESDM Arcandra Tahar Masuk Bursa Pimpinan PGN

Mantan Wamen ESDM Arcandra Tahar Masuk Bursa Pimpinan PGN
Mantan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar masuk dalam bursa pimpinan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). (antara)

INILAH, Jakarta - Kementerian BUMN mengungkapkan mantan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar masuk dalam bursa pimpinan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

"Masuk bursa, masuk. Namanya masuk bursa kan bisa saja," ujar Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Jumat.

Arya mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui apakah Arcandra Tahar merupakan kandidat untuk komisaris atau direksi PGN.

"Tergantung, kalau beliau dicalonkan untuk direksi berarti harus menjalani proses Tim Penilai Akhir, kalau jadi kandidat komisaris berarti seleksinya beda lagi," katanya.

Terkait apakah ada nama lain yang masuk bursa pimpinan PGN selain Arcandra Tahar, Arya meminta publik untuk menunggu. "Selain Arcandra Tahar, siapa lagi yang masuk bursa. Kita tunggu saja," ujar Staf Khusus Kementerian BUMN tersebut.

Arcandra Tahar merupakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia pada Kabinet Kerja yang menjabat sejak 27 Juli 2016 hingga 15 Agustus 2016. Ia menggantikan Sudirman Said yang diberhentikan oleh Presiden Joko Widodo dalam perombakan kabinet pada tanggal 27 Juli 2016.

Arcandra resmi diberhentikan sebagai Menteri ESDM pada tanggal 15 Agustus 2016, namun Pada tanggal 14 Oktober 2016, ia resmi dilantik menjadi Wakil Menteri ESDM mendampingi Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir telah menetapkan sejumlah tokoh nasional, mantan komisioner KPK hingga mantan menteri sebagai pimpinan di sejumlah perusahaan BUMN.

Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok terpilih sebagai Komisaris Utama Pertamina, disusul kemudian mantan komisioner KPK Chandra Hamzah sebagai Komisaris Utama BTN.

Selanjutnya ada mantan Menteri Keuangan periode 2013-2014 Chatib Basri yang dilantik sebagai Wakil Komisaris Utama Bank Mandiri.

Dan yang terbaru adalah mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang ditunjuk oleh Tim Penilai Akhir untuk pulang kampung ke PT PLN sebagai Direktur Utama. (antara)