PT Bayan Tarik Utang US$190 Juta dari Bank Permata

PT Bayan Tarik Utang US$190 Juta dari Bank Permata
istimewa

INILAH, Jakarta - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyepakati tambahan pinjaman sebesar US$60 juta dari PT Bank Permata Tbk pada 12 Desember 2019.

Perseroan memiliki waktu hingga 1 September 2020 untuk menggunakan dana tersebut sebagai pembiayaan modal kerja. Perseroan sudah mendapat pinjaman dari PT Bank Permata Tbk sebesar US$130 juta yang dapat digunakan untuk fasilitas BG/SBLC.

Untuk besarnya bunga pinjaman tersebut sebesar 3% per tahun + LIBOR dan fasilitas transaksi valtas sebesar US$3 juta. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Jumat (13/12/2019).

Kedua pinjaman tersebut dengan jangka waktu hingga 20 Desember 2020 dan terakhir falitias revolving loan sebesar US$50 juta dengan bunga 3% per tahun + LIBOR dan tanggal jatuh tempo 2 Januari 2020.

Perseroan akan memanfaatkan dana tersebut untuk pembiayaan modal kerja dan mendukung kebutuhan jaminan bank, transaksi valas, sport dan forward, mata uang utama perseroan dan anak usahanya.

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) didirikan 07 Oktober 2004 dan memulai operasi komersialnya di tahun 2004.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Bayan Resources Tbk, yaitu: DatoDR Low Tuck Kwong (pengendali) (51,59%), Enel Investment Holding BV (10,00%) dan Engki Wibowo (5,96%). Saham publik hanya sebesar 3,7%.

Kegiatan BYAN meliputi kegiatan perdagangan, jasa, dan eksplorasi batubara. Kegiatan utama Bayan adalah bergerak dalam usaha pertambangan terbuka/surface open cut untuk batubara thermal. Selain itu Bayan juga memiliki dan mengoperasikan infrastruktur pemuatan batubara.

Saat ini Bayan dan anak usaha (grup) merupakan produsen batubara dengan operasi tambang, pengolahan dan logistik terpadu.

Pada 04 Agustus 2008, BYAN memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BYAN (IPO) kepada masyarakat sebanyak 833.333.500 dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp5.800 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 12 Agustus 2008.

Saham Rp14.500 per saham dari pembukaan di Rp14.800 per saham. (inilah.com)