Meriahnya Malam Anugerah ESA 2019

Meriahnya Malam Anugerah ESA 2019
Para pemenang di Malam Anugerah Guru Inspiratif Jabar EEN Sukaesih Award (ESA) 2019 berpose bersama di Aula Timur Gedung Sate, Bandung, Jumat (13/12) malam WIB. (Bambang Prasethyo)
Meriahnya Malam Anugerah ESA 2019
Meriahnya Malam Anugerah ESA 2019

INILAH, Bandung - Sebanyak 22 nominator Een Sukaesih Award (ESA) 2019 menghadiri malam Anugerah Guru Inspiratif Jawa Barat di Aula Timur Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (13/12/2019) malam WIB.

Acara dimulai pukul 19.30 WIB dan dibuka dengan penampilan para penari dari Hastinapura. Mereka mempertontonkan menampilkan tarian tradisional Rampak Kendang dengan karakter musik dan tampilan yang menggebrak, energik dan penuh semangat.

Setelah itu, Master of Ceremony (MC) mengajak semua peserta dan tamu undangan untuk menyimak video profil yang akan putar. Sambutan tepuk tangan pun menggema di Aula Timur, Gedung Sate, Kota Bandung.

Kadisdik Jabar Dewi Sartika mengungkapkan, penghargaan Een Sukaesih Award (ESA) ini dimulai pada 2015 lalu sampai sekarang melalui kerjasama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam hal ini Dinas Pendidikan dengan Inilahkoran.

Berdasarkan Pasal 36 ayat 1 Undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen menyatakan bahwa guru yang berprestasi dan berdedikasi atau bertugas di daerah khusus berhak memperoleh penghargaan.

"Ajang ESA ini merupakan wadah silaturahmi dan mengajak untuk guru-gyru untuk terus berkarya dalam meningkatkan SDM pendidika di Jabar menuju Jabar Juara Lahir Batin, termasuk di bidang pendidikan," imbuh Dewi.

Kata Dewi, ESA 2019, memberikan banyak ilmu, inspirasi dan pengalaman yang sangat tinggi. Di sini, setiap guru bisa saling bertukar pikiran demi memajukan dunia pendidikan yang jauh lebih baik.

Pjs. Sekda Jabar, Daud Achmad menambahkan, mudah-mudahan acara ini bisa terus berlanjut. Yang penting bahwa apa yang menjadi dedikasi seorang Een Sukaesih itu bisa menginspirasi guru-guru lainnya lebih jauh lagi dan bisa menginspirasi masyarkat.

"Bagaimana dengan keterbatasan masih punya tekad untuk membuat pintar bangsa kita. Patut kita apresiasi. nominator yang dipilib oleh panitia memang betul-betul yang beliau akan menjadi inspirasi oleh guru lainnya," ucapnya.

Daud pun, juga membacakan sambutan dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang tidak dapat hadir lantaran sedang berada di Jakarta.

"Saya sebagai pribadi dan atas nama Pemda Jabar memberikan apresiasi yang tinggi kepada dinas pendidikan dan Inilahkoran yang bekerja keras untuk menyelenggarakan event ini," imbuhnya.

Para pemenang ESA 2019 adalah, Hasyim Komarudin (TK/Subang) TK Babus Salam, Yadi Kusmayadi (SD/Kota Bandung) SD Terpadu Krida Nusantara, Warkina (SMP/Cirebon) SMPN 2 Suranenggala,Tatang (SMA/Kota Bandung) SLB ABC Caringin, Rossy Nurhayati (PNF/Ciamis) TBM Cahaya Ilmu.

Dari ke 22 nominator ESA 2019 yaitu, Hasyim Komarudin (TK/Subang), Hendra Nugraha (SMP/Subang), Widi Suryatiningsih (SD/Kota Bandung), Yadi Kusmayadi (SD/Kota Bandung), Sofiah (SD/Kota Bandung), Agus Nurjaman (SMP/Kabupaten Bandung), Lina Nuraini (SMP/Kabupaten Bandung), Mahdi (SMP/Sumedang), Bambang Purwanto (SMP/Kota Bandung), Raden Yulia Ramdani (SMA/Cimahi)
Tatang (SMA/Kota Bandung), Rudiat (PNF/Kabupaten Bandung),vSucipto (SMP/Ciamis), Warkina (SMP/Cirebon) Syahrir Maulana (SMA/Sukabumi), Ai Koraliati (SMA/KBB), Rahmad Hidayat (SMA/KBB), Saiful Hadi (SMA/Banjar), Teti Gumiati (SMA/Ciamis), Rossy Nurhayati (PNF/Ciamis), Egi Trialogi (PNF/Majalengka) dan Didin Saprudin (PNF/Sukabumi). (OkkyAdiana)