Pemkot Bandung Amankan 17 Aset Lahan Tamansari

Pemkot Bandung  Amankan 17 Aset Lahan Tamansari
Kepala DPKP3, Dadang Darmawan/foto: Yogo Triastopo

INILAH, Bandung - Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) berhasil mengamankan 17 bangunan yang menjadi aset Pemkot Bandung di RW 11 Kelurahan Tamansari untuk pembangunan rumah deret pada Kamis (12/12/2019) lalu.

Dari jumlah tersebut, sembilan pemilik bangunan telah menyatakan setuju dengan pembangunan rumah deret. Hanya saja, sembilan KK warga RW 11 Tamansari ini masih bernegosiasi masalah uang kerohiman.

“Sekarang yang masih bertahan dan menolak itu enam KK. Dari enam KK, sebanyak empat KK di antaranya yang mengajukan ke PTUN. Sementara sembilan KK itu setuju program tetapi belum sepakat masalah uang kerohiman,” kata Kepala DPKP3, Dadang Darmawan pada Sabtu (14/12/2019).

Dia mengungkapkan, 176 KK warga RW 11 Tamansari sudah sepakat sejak awal untuk mengikuti program rumah deret.

“Inventarisasi sejak 2017 sampai sekarang ada 83 PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) yang diajukan oleh warga yang mengikuti program, 83 PBB itu sekitar 176 KK,” ucapnya.

Menanggapi beredarnya informasi tentang puluhan KK yang bertahan, Dadang mengaku tidak memahami datanya bisa bertambah. Meski begitu, pihaknya terus mencoba memverifikasi data warga RW 11 Tamansari.

“Saya tidak tahu itu dari mana. Kalau warganya bertambah itu, jangan-jangan bukan warga RW 11 Tamansari. Itu yang harus kita validasi dan verifikasi lagi, tapi data yang sementara kita pegang ya itu,” ujar dia.

Dia memastikan telah memberikan fasilitas penuh untuk merelokasi sementara warga RW 11 Tamansari. DPKP3 telah menyiapkan unit di Rumah Susun Rancacili untuk merelokasi warga yang terdampak. Sekalipun tidak bersedia pindah ke Rancacili, Pemkot Bandung tetap memberikan uang sewa kontrakan sebesar Rp26 juta dan warga sendiri yang mencari serta memilihkan tempat kontrakannya.

“Kami siapkan 16 unit ruangan di rumah susun rancacili, kemudian 5 ruangan untuk penyimpanan barang. Kita siapkan air, listrik juga bisa tinggal dengan nyaman. Transportasi juga kami siapkan fasilitasi. Ada juga yang tidak bisa pindah ke Rancacili dengan alasan tempat sekolah dan tempat kerja yang jauh. Ada 1 KK yang meminta pindah sementara ke Arcamanik,” tandasnya. (Yogo Triastopo)