PPE Sedang 'Demam Tinggi', Pemkab Bogor Takkan Pailitkan

PPE Sedang 'Demam Tinggi', Pemkab Bogor Takkan Pailitkan

INILAH, Bogor – PT Prayoga Pertambangan Energi (PPE), salah satu BUMD Kabupaten Bogor, sedang “berdarah-darah”. Bakal dipailitkan?

Saat ini saja, diduga akibat salah urus, perusahaan pertambangan itu mengalami kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp80 miliar. Padahal, keberadaan PT PPE semula diharapkan bisa menyumbang pendapatan bagi Pemkab Bogor.

Meski merugi, Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, menegaskan pihaknya takkan mengambil langkah mempailitkan PT PPE. Pemkab Bogor punya alasan sendiri kenapa tak mengambil langkah drastis itu.

“PT PPE tidak akan dipailitkan oleh Pemkab Bogor karena perusahaan plat merah tersebut sejak tahun 2013 sudah disuntik modal yang sangat besar (Rp165 miliar),” jelas sarjana ekonomi lulusan Universitas Pakuan Bogor itu di Cibinong, Senin (16/12/2019).

Ia melanjutkan dirinya juga sedang mempelajari kenapa aset PT PPE diagunkan ke pihak perbankan, apakah itu sebuah wanprestasi atau ada indikasi lainnya seperti pidana.

“Permasalahan aset yang diagunkan ke pihak perbankan masih kami pelajari, apakah itu wanprestasi yang di luar kendali komisaris atau ada indikasi lainnya. Harusnya kalau aset daerah harus persetujuan komisaris, DPRD ataupun kepala daerah,” lanjutnya.

PPE saat ini memang tengah dilanda ‘demam tinggi’. Karena itu, pemegang saham kemudian mengambil keputusan memberhentikan Direktur Utama PT PPE Radjab Tampubolon.

Untuk mencari pengganti di jajaran direksi, Pemkab Bogor berjanji akan memilih dari kalangan profesional. Dupastikan, proses seleksi direksi dan komisaris PT PPE takkan dipilih dari relawan atau tim sukses pasangan Ade Yasin dan Iwan Setiawan pada Pilkada Bogor lalu.

"Beberapa waktu lalu saya sudah berdiskusi dengan Bupati Ade Yasin, dan kami berkeinginan agar direksi PT PPE ke depan diisi oleh sarjana pertambangan, manajer pertambangan dan bukannya diisi teman-teman relawan (tim sukses)," kata Iwan Setiawan kepada wartawan, Senin (16/12).

Iwan Setiawan menerangkan jajarannya akan memperbaiki manajemen PT PPE sebelum mengambil langkah-langkah lainnya seperti membayar gaji ratusan karyawan PT PPE yang telah dirumahkan sebelumnya.

“Setelah Direktur Utama PT PPE Radjab Tampubolon diberhentikan kami akan membenahi manajemennya, lalu kami akan ambil langkah-langkah lebih lanjut seperti membayar gaji ratusan karyawan PT PPE atau menambah pertambahan modalnya,” terangnya. (reza zurifwan)