Tiba-tiba Ajukan PK, Sunjaya: Saya Dizolimi!

Tiba-tiba Ajukan PK, Sunjaya: Saya Dizolimi!

INILAH, Bandung – Merasa dizolimi, mantan Bupati Cirebon yang juga terpidana korupsi, Sunjaya Purwadisastra, mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Sunjaya menduga dirinya ditangkap KPK lantaran bermuatan politik.

Hal itu dikatakan Sunjaya usai menjalani sidang PK, di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (16/12/2019). Sidang PK yang dipimpin Sudira mengagendakan jawaban jaksa atas PK Sunjaya. Sidang pun ditunda hingga 30 Desember dengan agenda pembuktian. 

"Intinya saya ajukan PK untuk membuktikan ke masyarakat Cirebon bahwa saya tidak bersalah, saya tidak korupsi," katanya. 

Ia menjelaskan, adapun bukti baru (novum) yang diajukan dalam PK ini, yakni beberapa keterangan saksi yang menyebutkan jika mantan ajudannya Deni Saprudin sering meminta uang dan mengatasnamakan bupati. 

Sunjaya mengungkapkan, secara fakta KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Deni Saprudin dengan bukti uang sekitar Rp116 juta. Tapi hingga kini Deni Saprudin tidak juga dijadikan tersangka. 

"Yang ditangkap ajudan, uang (ada) di ajudan. Tidak jadi tersangka. Seharusnya yang di-OTT dulu dijadikan tersangka, bukan pengembangan dulu," ujarnya. 

Dari itu Sunjaya mengajukan PK. Dia merasa dizolimi. Itulah mengapa dirinya menolak saat akan ditangkap dan dibawa oleh KPK. 

"Saya merasa dizolimi. Yang ditangkap (OTT) bukan saya. Kenapa yang diblow up KPK saya yang di OTT," tegasnya. (ahmad sayuti)