Dukung Penguatan SDM Unggul, BP Jamsostek Gelar Pelatihan Vokasi

Dukung Penguatan SDM Unggul, BP Jamsostek Gelar Pelatihan Vokasi
Foto: Ridwan Abdul Malik

INILAH, Bandung - BP Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan menggelar pelatihan vokasi bagi peserta BP Jamsostek yang mengalami pemutusan hubungan kerja atau PHK. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mendukung program pemerintah mewujudkan sumber daya manusia yang unggul untuk Indonesia Maju.

Direktur Pelayanan BP Jamsostek Krishna Syarif mengatakan, kegiatan tersebut sejalan dengan salah satu misi BP Jamsostek yaitu meningkatkan produktivitas dan daya saing pekerja yang nantinya diharapkan sebagai solusi bagi pekerja yang tidak berkatifitas lagi karena PHK.

Terhitung dari bulan Juli-Desember 2019, lanjut Krishna, pihaknya telah memberikan pelatihan vokasi kepada ribuan orang.

"Untuk di Jawa Barat, BP Jamsostek Kantor Wilayah Jawa Barat telah memberikan pelatihan vokasi kepada 1.038 peserta yang tersebar di Kota Bandung, Bekasi, Bogor, Karawang, Cikarang, Cileungsi dan Depok sejak Juli hingga Desember 2019," ucap Khrisna di Bandung, Kamis (19/12/2019).

Lebih lanjut, Krishna mengungkapkan, peserta diberikan pelatihan mulai dari 3 hingga 20 hari sesuai dengan jenis pelatihan yang diikuti.

Adapun persyaratan bagi peserta program vokasi, satu diantaranya WNI dengan NIK valid, kemudian minimal kepesertaan 1 Tahun pada program BPJS Ketenagakerjaan.

"Dan sedang mencari kerja, ter-PHK baik dikarenakan berakhirnya kontrak kerja maupun kejadian tertentu yang dicantumkan dalam perjanjian kerja, usia maksimal 40 tahun," ujar Krishna.

Selain itu, Khrisna juga menuturkan, terdapat beberapa kriteria bagi keberlangsungan pelatihan agar terjaminnya mutu bagi peserta. Diantaranya, lembaga dengan izin operasional resmi, BLK milik pemerintah maupun swasta, memiliki minimal 2 jenis modul pelatihan, dan memiliki kerjasama dengan perusahaan penyerap tenaga kerja

"Ini adalah masa depan kita semua dan komitmen pemerintah untuk membentuk profil SDM yang tanggul dan unggul sesuai visi misi bapak presiden Joko Widodo. Kami berikan kesempatan kepada semua pekerja ikut vokasi untuk belajar kembali, upskilling, reskilling supaya mereka bisa mudah kembali bekerja atau bahkan bisa menjadi wirausaha," tutur Krishna.

Disinggung terkait tahapan pelaksanaan vokasi, Krisna menjelaskan pelaksanaan pelatihan vokasi dilaksanakan secara bertahap. Pada tahap awal piloting project, telah dinikmati oleh pekerja di kawasan industri yang ada di Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten, serta akan terus dilakukan secara bertahap di 11 wilayah operasional BP Jamsostek di seluruh Indonesia.

Pelatihan yang diberikan pun beragam, mulai dari teknisi forklift, crane, listrik, basic hospitality, basic manufacture, perhotelan (pastry bakery, barista, fb service, housekeeping), tata boga, tata kecantikan rambut, make up, desain grafis, perakitan komputer, web design, boutique, garment, otomotif dan masih banyak lagi.

"Peserta pelatihan ini akan mendapatkan sertifikat, uang transport, uang saku serta informasi tentang lowongan pekerjaan yang ada di perusahaan-perusahaan," ungkap Krishna.

Selanjutnya, Krishna menambahkan, dengan mengikuti pelatihan vokasi diharapkan peserta dapat meraih kesempatan peluang kerja yang tersedia di perusahan ataupun membuka usaha mandiri sebagai enterpreneur yang dapat menyerap tenaga kerja. (Ridwan Abdul Malik)