Bisnis 'Kawin Kontrak' Masih Merebak, Tim Gabungan Tangkap Empat Pelaku

Bisnis 'Kawin Kontrak' Masih Merebak, Tim Gabungan Tangkap Empat Pelaku
foto: INILAH/Reza Zurifwan

INILAH, Bogor- Tim gabungan Imigrasi, Muspika dan Muspida Kabupaten Bogor berhasil mengungkap praktek prostitusi terselubung yang dibalut dengan kawin kontrak.

Kamis, (19/12/2019) kemarin Tim gabungan berhasil menangkap empat orang pelaku, mengamankan enam orang korban dan wisatawan timur tengah di sebuah vila di Desa Cibeureum, Cisarua.

Dari tangan pelaku dan korban, Sat Reskrim Polres Bogor mengamankan barang bukti dua mobil merek Toyota Rush hitam F  1869 OT dan Honda Mobilio  putih F 44 SR, 12 buah handphone dan uang Rp 7 juta rupiah.

"Para pelaku kami dibekuk di sebuah vila di Desa Cibeureum saat proses negoisasi biaya kawin kontrak, dari tangan mereka kami amankan dua mobil merk Toyota Rush hitam F  1869 OT dan Honda Mobilio  putih F 44 SR, 12 buah handphone dan uang Rp 7 juta rupiah," ujar Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni kepada wartawan di Mako Polres Bogor, Cibinong, Senin (23/12/2019).

Ayah dua orang anak ini menambahkan untuk wisatawan asal timur tengah berinisial H saat ini sudah diamankab dan dititipkan di rumah kontijensi Kantor Imigrasi Bogor.

"Saat ini calon pelaku kawin kontrak berinisial H  sudah kami amankan dan statusnya masih menjadi saksi, sementara para pelaku akan kami kenakan Undang - Undang nomor 21 tahun 2007 pasal 2 tentang perdagangan manusia dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun," tambahnya.

Joni menuturkan untuk dua orang pelaku perdagangan berasal dari Kabupaten Sukabumi, sementara dua  orang  pelaku lainnya dan enam orang korban berasal dari Kabupaten Sukabumi.

"Korban perdagangan orang ini tidak dalam paksaan tetapi mereka diimingi - imingi duit mas kawin sebesar Rp 7 juta untuk kawin kontrak selama 5 hari dan setelah itu tidal ada proses talak karena setelah 5 hari H selaku wisatawan pulang ke negara asalnya. Menurut kami ini praktek prostitusi terselubung yang dibungkus kawin kontrak," tutur Joni.

Mantan Kapolres Sumedang ini melanjutkan menurut pengakuan pelaku atau tersangka, praktek prostitusi terselubung ini sudah mereka lakukan sejak tahun 2016 lalu.

"Empat tersangka ini masih di satu jaringan dan mereka sudah melaksanakan aksi perdagangan orang ini sejak tahun 2016 lalu, mereka mudah mencari wisatawan asing untuk ditawarkan kawin kontrak karena pekerjaan mereka sehari - hari adalah supir mobil rental yang biasa di sewa wisatawan asing asal timur tengah," lanjutnya. (Reza Zurifwan)