Presiden Kecewa Praktik Goreng Saham?

Presiden Kecewa Praktik Goreng Saham?
Presiden RI Joko Widodo. (Antara Foto)

INILAH, Jakarta - Mumpung di awal tahun, Presiden Joko Widodo mengingatkan investor di BEI untuk mewaspadai aksi saham gorengan. Sebab praktik tersebut akan merugikan investor dan mengurangi kepercayaan terhadap bursa.

"Kerugian tidak boleh ada lagi. Berikan perlindungan kepada investor," tutur Jokowi saat pembukaan perdagangan saham di gedung BEI, Kamis (2/1/2020).

Sebab, bila BEI lebih bersih, tegas Jokowi, otomatis kondisi perdagangan saham domestik ke depannya juga semakin positif. Hal itu juga akan mempengaruhi kepercayaan investor dari luar negeri.

"Indonesia katanya, menjadi tujuan investasi nomor satu di antara negara emerging market lain. Kepercayaan itu jangan sampai hilang," tegas Jokowi.

Jokowi menjelaskan saham gorengan sebagai berikut, sebelumnya saham ada di level Rp100. Namun, melonjak menjadi Rp1.000 per saham hingga Rp4.000 per saham, tanpa fundamental yang jelas.

"Jangan sampai saham Rp100 per saham digoreng jadi Rp1.000 per saham digoreng-goreng jadi Rp4.000 per saham. Ini menyangkut kepercayaan yang dibangun," kata Jokowi.

Saat seremonial pembukaan perdagangan awal 2020 IHSG) dibuka menguat tipis 0,22 persen ke level 6.313 pada perdagangan Kamis pagi atau perdagangan perdana tahun 2020. Sebelumnya, indeks ditutup melemah 0,47 persen di level 6.299.

Sementara pada pengujung tahun 2019 kemarin, publik dikejutkan dengan informasi skandal yang terjadi di BUMN asuransi yaoti PT Jiwasraya. Skandal ini dianggap bahkan lebih parah dari Skandal Bank Century.

Ketidakmampuan Jiwasraya untuk membayar polis yang dianggap sudah merugikan negara lebih dari Rp13 triliun menyebabkan kekhawatiran yang cukup besar.


Skandal Jiwasraya terjadi di era Hendrisman Rahim yang duduk sebagai Direktur Utama dan Hary Prasetyo sebagai direktur keuangan. Strategi investasi Jiwasraya tahun 2013 dengan membeli saham PT Trada Alam Mineral Tbk (TRAM) sebesar 5,87%.

Saat itu harga saham TRAM bertengger di Rp1.300 per lembar. Jadi total investasi Jiwasraya mencapai Rp760 miliar. Namun harga saham TRAM saat ini pun hanya di Rp50 per saham. [Inilahcom]