SAR Gabungan Siaga 24 Jam Antisipasi Terjadinya Bencana di Sukabumi

SAR Gabungan Siaga 24 Jam Antisipasi Terjadinya Bencana di Sukabumi
Ilustrasi (Antara)

INILAH, Sukabumi, Jabar - Tim Search and Rescue (SAR) gabungan unsur Polres Sukabumi Kota, Kodim 0607 Sukabumi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi dan sukarelawan lainnya disiagakan 24 jam penuh guna mengantisipasi terjadinya bencana di daerah itu.

"Personel yang disiagakan ini untuk mempercepat penanggulangan jika terjadi bencana dan meminimalisasikan dampaknya, baik kerugian nyawa maupun harta," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo di Sukabumi, Kamis (2/1/2020).

Menurutnya, dalam menangani bencana alam perlu adanya kerja sama dari semua pihak dan dalam menanggulangi bencana alam harus dilakukan dengan prinsip dan cara yang tepat.

Apalagi musim hujan ini potensi terjadinya bencana alam cukup tinggi,  baik di Kota Sukabumi maupun Kabupaten Sukabumi. Maka dari itu perlu adanya peran dan partisipasi dari semua pihak untuk antisipasi penanggulangan bencana sesuai dengan Undang Undang nomor 24 tahun 2007 agar tidak berdampak buruk kepada korban dan tim evakuasi.

Dalam menunjang siaga bencana ini pihaknya juga menyiapkan berbagai peralatan mulai dari perahu karet, pelampung, jaket pelampung, mesin pemotong (gergaji mesin), sekop, senter, sepatu boots hingga kendaraan khusus lainnya seperti mobil pemadam kebakaran, ambulans, kendaraan operasional BPBD dan motor trail.

"Kami bersama instansi terkait instansi terkait menyiagakan puluhan personel selama 1x24 jam yang dilengkapi peralatan SAR sehingga, jika ada laporan bencana bisa langsung ke lokasi dan menanggulanginya," tambahnya.

Wisnu mengatakan wilayah hukum Polres Sukabumi Kota melingkupi tujuh kecamatan di Kota Sukabumi dan delapan kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang seluruh daerah tersebut rawan terjadi bencana mulai dari banjir, longsor, angin puting beliung dan lainnya.

Pihaknya juga sudah melakukan pemetaan terhadap lokasi-lokasi rawan terjadinya bencana nantinya, personel yang bersiaga harus dengan cepat ke lokasi untuk meminimalisasikan dampaknya.

Ia pun mengimbau kepada seluruh warga untuk melaporkan sekecil apapun kejadian bencana yang ada di daerahnya masing-masing. (antara)