Hong! Sejumlah ASN Purwakarta Kedapatan Merokok di Zona Larangan

Hong! Sejumlah ASN Purwakarta Kedapatan Merokok di Zona Larangan
net

INILAH, Purwakarta – Pemkab Purwakarta saat ini sedang gencar menggiatkan sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 9/2019 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang belum lama ini disahkan. Dalam aturan tersebut, ada tujuh zona yang merupakan kawasan terlarang bagi para perokok.

Adapun ke tujuh titik ini, masing-masing di kawasan sekolah atau tempat kegiatan belajar mengajar (KBM). Kemudian, kawasan bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, arena olahraga, tempat kerja, dan fasilitas umum.

Di awal tahun kemarin, jajaran pimpinan Pemkab Purwakarta melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah dinas dan OPD di wilayah itu. Tujuannya, selain untuk memastikan tingkat kehadiran aparatur sipil negara (ASN) yang ada di hari pertama tahun baru, kegiatan ini untuk memastikan Perda KTR ini telah berjalan di lingungan perkantoran.

Dalam sidak yang dipimpin langsung Sekda Purwakarta Iyus Permana atas instruksi Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika itu menemukan ada beberapa ASN yang tertangkap tangan sedang merokok di ruang kerjanya. ASN tersebut diketahui bekerja di salah satu dinas yang lokasinya di sekitar Lapangan Purnawarman.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengaku, pihaknya telah mendengar laporan tersebut. Pihaknya meminta, para ASN yang kedapatan merokok di ruang kerja harus ditindak dan diproses sesuai aturan yang berlaku dalam peraturan tersebut.

“Saat sidak, ASN tersebut kedapatan merokok di ruang kerjanya. Kami sudah intruksikan dinas terkait untuk memproses yang bersangkutan,” ujar Anne kepada INILAH, Jumat (3/1/2020).

Anne menegaskan, pihaknya tak main-main dengan aturan tersebut. Bukan hanya ASN, kebijakan dan sanki ini juga berlaku bagi seluruh masyarakat di wilayahnya. Terlebih, Perda tersebut diluncurkan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan masyarakat yang sehat.

Apalagi, sambung Anne, sudah banyak contoh kasus penyakit yang timbul akibat dari rokok ini. Bukan hanya bagi si perokok itu sendiri, paparan zat dari rokok ini juga sangat berbahaya bagi perokok pasif. Terutama, bayi dan anak-anak.

Untuk itu, kesadaran masyarakat akan bahaya rokok ini pun diakuinya harus ditingkatkan. Dalam Perda ini, juga turut mengatur mengenai sanksi bagi masyarakat yang berani merokok di tujuh zona larangan ini.

“Sesuai aturan yang ada dalam Perda ini, bagi yang kedapatan merokok di KTR akan didenda Rp5 juta,” tambah dia.

Terkait tingkat kehadiran ASN di awal tahun kemarin, dirinya cukup berbangga hati karena kesadaran ASN untuk masuk kerja cenderung sangat baik. Terbukti, hampir di setiap OPD dan dinas yang ada itu 100% pegawainya masuk kerja. (Asep Mulyana)