Banjir Jakarta Tanggung Jawab Siapa?

Banjir Jakarta Tanggung Jawab Siapa?
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Jakarta- Sangat tidak elok saat masyarakat DKI yang terdampak banjir utamanya butuh penyelamatan, di lain sisi beberapa elite memanfaatkannya menjadi arena membunuh karakter baik lawan maupun mantan lawan.

Fenomena banjir Jakarta dipandang hal yang biasa bagi sekelompok orang penyebabnya karena berulang terjadi, makanya penanganannya tidak luar biasa, apa lagi setingkat Jakarta sebagai ibu kota Indonesia, seyogyanya super luar biasa dalam mengentas banjir karena Jakarta barometer Indonesia sekaligus tempat pengambilan kebijakan bersekala nasional dan internasional

Faktanya, hingga saat ini Jakarta tak bisa keluar dari lebel banjir sebagaimana yang disematkan di setiap menyebut Jakarta jawabannya ibu kota, banjir, macet.

Bendungan Katulampa hasil warisan Belanda yang diharapkan menjadi bagian solusi juga tidak mampu menghambat tekanan debit air atau memenejemen dan membagi (water flow) belum lagi kondisi drainase ,sungai, dll-nya bagian dari flood circle (lingkaran banjir). Upaya dengan segala teori lama mulai dari pompa air, kanalisasi, normalisasi, dll, juga sudah dilakukan hasilnya triliunan ludes ditelan banjir, tapi banjir tetaplah banjir seakan sebuah tradisi yang harus diperingati.

Beban banjir tidak bisa dipikul sendiri oleh Pemda DKI karena posisi Jakarta secara geografi di antara gunung di belakangnya yaitu Provinsi Jawa Barat dan laut di depannya bersentuhan langsung Provinsi Banten. Jakarta ada di tengah, istilahnya "maju kena mundur kena". Sementara potensi kedua provinsi tersebut sangat kuat untuk menenggelamkan Jakarta, di lain sisi anggaran ketiga provinsi diatur oleh dapur masing masing, sudah barang tentu manajemen ketiganya tak bisa dikonsentrasikan karena beda wilayah.

Singkatnya, penanganan banjir Jakarta haruslah ditangani oleh pusat dengan mengintegrasikan ketiga provinsi tersebut, penanganannya juga harus secara komprehensif sekaligus mengambil refrensi internasional yaitu sebagaimana negara lain menangani banjir dengan membangun sistem pengendalian air yang umumnya membangun bendungan raksasa atau kita harus terus menyaksikan ritual banjir hingga anak cucu kita. [rok]