Tol Dalam Kota Dibuat, Dua Jalan Layang Berpindah Lokasi

Tol Dalam Kota Dibuat, Dua Jalan Layang Berpindah Lokasi
ilustrasi

 

INILAH, Bandung - ‎Seiring dengan rencana pembuatan tol dalam kota North South Link (NS Link), hal ini berdampak pada pembangunan dua jalan layang atau flyover yang sudah dicanangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Kemungkinan, titik pembuatan jalan layang tersebut akan bergeser.
‎Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, Arif Prasetya mengungkapkan bahwa pembuatan tol dalam kota melewati dua titik jembatan layang. Yakni di persimpangan Jalan Laswi-Jalan Gatot Subroto dan di perempatan Jalan Jakarta menuju Jalan Supratman.

‎Oleh karenanya, Arif mengungkapkan bahwa Pemkot Bandung meminta kepada PT. Citra Marga Lintas Jabar (CMLJ) ‎sebagai pelaksana proyek, agar jalan tol yang melalui dua titik tersebut bisa dibuatkan jalan bawah tanah atau underpass.

"Saya sudah sampaikan ada yang bersinggungan tadi ya. Jadi yang tadinya kita akan membuat flyover di dua lokasi, kami juga meminta supaya karena kita juga kan sudah punya DED (Detail Engeenering Design) dan tidak bisa kita pindahkan seenaknya. Kami minta supaya bisa membantu pemerintah kota dengan underpass," kata Arif, Kamis (3/1).

Pembuatan jalan tol dalam kota direncanakan menggunakan sistem 'elevated road' atau melayang di atas jalan yang sudah ada. Dimana titik awal masuk ke ‎tol dalam kota ini dari tol Pasir Koja lalu berbelok di Jalan Lingkar Selatan lalu lurus mengusuri Jalan Peta, Jalan BKR, Jalan Pelajar Pejuang, Jalan Laswi, dan berbelok ke Jalan Sukabumi untuk masuk ke Jalan Supratman sampai berakhir di Jalan Pusda'i.

Arif menyampaikan agar PT. CMLJ juga tidak hanya membuatkan saja, namun juga bisa turut mendanai pembangunan jalan bawah tanah. Sebab, ‎dia menyatakan untuk pembuatan dua jalan layang tersebut sudah dibuatkan DED nya, serta dari pendanaan awal yakni bersumber dari dana hibah yang diperuntukan pembuatan jalan layang.

"Kalau dari segi kita membuat  flyover nanti dia di atasnya lagi flyover itu, itu mereka bilang tidak visible untuk tingginya jalan tol tersebut. Nah makanya saya minta tolonglah bantu kami dengan underpas," ujar Arif.

Untuk pembuatan jalan layang ini, Pemkot Bandung mendapatkan‎ hibah dari Korea Selatan sebanyak dua buah jembatan. Kemudian ada tambahan dua jembatan layang lagi yang akan diberi bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

Dengan adanya pembuatan tol dalam kota tersebut, maka kini Arif pun akan memindahkan pembuatan jalan layang ke titik lain. Salah satu yang berpeluang besar yakni di Jalan Pajajaran memotong Jalan Pasir Kaliki.

"Gatot Subroto yang kita pindahkan nanti rencananya ke Jalan Pajajaran-Pasirkaliki  dari arah Husein (bandara) ke Pabrik Kina itu akan naik di atas. Dua ruas namun yang untuk satu arah," terangnya.

Satu titik lagi Arif masih belum mendapat gambaran lokasi yang paling memungkinkan dibuatkan jalan layang. Karena selain mengacu pada efektifitas  penuntasan masalah, juga turut dipertimbangkan ‎efisiensi pembuatan jalan layang agar bisa dibangun dalam kurun waktu yang memadai.

‎"Satu lagi kita sedang mencari tadinya mau di Kircon flyover kita sambung lagi dengan flyover (pindah) cuman terjadi kurang harmonis kelihatannya, karena diaitu kan ada flyover. Pengennya Garuda  tapi kita harus membebaskan lahan ini yang paling lama nanti," pungkasnya.