Waspada Predator Seksual Seperti Kasus Reynhard Sinaga, Kenali Ciri-cirinya

Waspada Predator Seksual Seperti Kasus Reynhard Sinaga, Kenali Ciri-cirinya

BARU-baru ini seorang WNI bernama Reynhard Sinaga menyita perhatian publik. Bukan karena prestasi, tapi karena kasus memalukan yang dilakukannya di Inggris. Dia divonis seumur hidup setelah terbukti melakukan rudapaksa 48 pria. 

Dilansir dari Associated Press, Senin (6/1/2020), pihak berwenang Inggris menyatakan Reynhard terindikasi sudah melakukan 195 perkosaan. Ada bukti sebanyak 195 video. Kebanyakan pria-pria yang menjadi korbannya terekam dalam kondisi tak sadarkan diri. Cap predator seksual pun melekat pada diri pria berusia 36 tahun itu.

Predator seksual menjadi ancaman menakutkan di masyarakat. Dalam beberapa kasus, sosok predator seksual ini tak seperti disangka-sangka. Seperti halnya Reynhard Sinaga yang berasal dari keluarga mapan dan berpendidikan. Namun, keberadaan predator seksual tentu tetap harus diwaspadai.

Untuk lebih waspada, ini sejumlah ciri-ciri predator seks yang bisa dikenali, seperti dikutip dari iBelieve:

Sering memberi hadiah

Predator seks sering membuat jebakan bagi para korban yang menjadi target mereka dengan memenuhi segala kebutuhan korban. Mereka rela melayani dan memberikan waktunya untuk korban. Mereka memerlakukan korban seperti seseorang yang “istimewa” dengan selalu memberikan hadiah untuk korban. Hal ini sering membuat korban tertipu dan merasa nyaman dekat dengan predator seks.

Sangat protektif

Predator seksual biasanya berlaku sangat protektif. Mereka memiliki kecenderungan untuk memiliki korban seutuhnya, dengan membatasi aktivitas dan selalu ikut dalam keseharian korban. Waspadalah, jika perlakuan ini tampak dari dari orang di sekitar sekitar yang tak wajar.

Senang mengatur

Predator seksual merasa berhak atas semua pilihan hidup korban. Mereka merasa penting untuk menjadi seseorang yang selalu ‘berperan’ dalam setiap keputusan yang korban buat. Maka dari itu, tak heran ketika korban meminta bantuan, dia akan sesegera mungkin membantu. Namun, hati-hati, ini adalah celah untuk predator seksual bisa mulai masuk lebih jauh di kehidupan korban.

Selalu ingin dilayani

Karena mereka sudah melakukan apa pun untuk membuat korban merasa nyaman, dan aman. Tentu hal ini tidak mereka lakukan semata-mata karena memang hanya berniat membantu. Sesekali setelahnya, mereka mulai menyuruh korban untuk melayani apa yang mereka inginkan. Mulai dari hal-hal kecil, hingga akhirnya sampai pada pelecehan seksual. (islampos)

SUMBER: IBELIEVE | ASSOCIATED PRESS