Bima Arya Bakal Polisikan Penyunat Dana Bencana

Bima Arya Bakal Polisikan Penyunat Dana Bencana
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, siap menindak tegas para penyunat dana bencana
INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, siap menindak tegas secara hukum pihak-pihak yang tega 'menyunat' dana bencana.
 
Bima Arya melakukan peninjauan ke beberapa rumah yang terdampak bencana angin puting beliung di Kecamatan Bogor Selatan pada Jum'at (04/02) sore WIB. 
 
Bima Arya memastikan penyaluran bantuan dana kepada korban bencana tidak ada potongan dan tepat sasaran. Selain itu apabila ada penyunat dana korban bencana Bima akan menyeretnya ke aparat penegak hukum.
 
Bima Arya mengatakan, dirinya ingin memastikan proses penyaluran dana benca alam puting beliung berjalan dengan baik dan dana yang diterima masyarakat sesuai dengan yang diajukan. 
 
"Jangan sampai ada potongan, tadi ada dua rumah menerima Rp11,2 juta dan tidak ada potongan. Tidak ada pajak untuk bantuan bencana juga yah. Itu sesuai dengan pengajuan," ungkapnya usai peninjauan.
 
Bima melanjutkan, untuk proses pencairan diawali pengajuan atau harus ada proposal nya terlebih dahulu dari korban bencana yang bangunan terdampak. Selain itu kalau ada yang memanfaatkan dirinya langsung menyeret ke polisi.
 
"Kalau ada manipulasi tidak ada ampun, saya seret ke polisi. Bagi merasa yang belum terbantu silahkan ajukan kembali dan saya perintahkan aparatur wilayah sigap mendata," tambah Bima didampingi Camat Bogor Selatan Sujatmiko Baliarto.
 
Bima menjelaskan, ini kan dana bantuan juga langsung ditransfer ke rekening korban, jadi minim sekali celah adanya potongan. Kalau ada informasi segera sampaikan, jadi penyaluran harus transparan. Yang sudah turun dana dari APBD Provinsi Jawa Barat untuk bangunan yang mempunyai alas hak.
 
"Yang tidak memiliki alas hak akan dibantu sesuai pengajuan melalui dana yang terkumpul dari masyarakat. Saat ini sudah sekitar Rp 1 miliar lebih dan kami akan maksimalkan," jelasnya.
 
Sementara itu, warga yang menerima bantuan Yusuf Haerudin mengatakan, rumahnya rata dengan tanah saat terkenda angin puting beliung. Tetapi melalui pengajuan keluarganya menerima bantuan sebesar Rp11,2 juta. 
 
"Alhamdulillah kami membangun lagi dengan bahan yang ada. Sempat mengungsi di majlis taklim, saat ini kami sementara mengontrak di Pabuaran. Dana bantuan langsung ke rekening sama dana yang kontrakan langsung ke rekening yang punya kontrakan. Untuk bangun rumah saya targetkan seminggu bisa naik jadi tembok. Kendalanya dalam pembangunan belum datang material lainnya," pungkasnya.