Anak Buah Carsa Sebut Nama Yance dalam Sidang Suap Bupati Indramayu

Anak Buah Carsa Sebut Nama Yance dalam Sidang Suap Bupati Indramayu
Terdakwa kasus dugaan suap proyek jalan di Indramayu, Carsa ES menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat, Senin (30/12/2019).

INILAH, Bandung- Uang suap dari kontraktor Indramayu Carsa ES rupanya tak hanya mengalir ke Bupati Indramayu nonaktif Supendi. Ternyata, Anggota DPRD Jabar Abdul Rozaq Muslim dan mantan Bupati Indramayu Irianto MS Syafiudin alias Yance pun ikut mencicipinya. 

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap terhadap Bupati Indramayu Supendi, di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (8/1/2020). 

Sidang dengan terdakwa Carsa ES (penyuap) berlangsung dengan agenda kesaksian. Tim JPU KPK menghadirkan 7 orang saksi, yakni ajudan bupati Haidar S, sopir bupati Sudirjo alias Jojo, Nesa Budianto (sopir Carsa ES), Yahya (sopir Carsa) Syafii (swasta), Masdi (swasta) dan staf PUPR Indramayu Fery Mulyadi.

Dalam sidang yang dipimpin I Dewa Gd Suardhita, mantan ajudan Supendi, Haidar mengaku sebelum terjadi OTT dirinya sempat disuruh menghubungi Carsa. Kemudian disuruh mengirimkan pesan singkat kepadanya.

"Isi pesannya meminta disiapkan Rp 115 juta," katanya yang saat itu  tengah menghadiri kegiatan wayang golek di Indramayu. 

Namun saat itu, dirinya tidak menemui Carsa melainkan sopirnya bupati Jojo. Jojo pun akhirnya menemui terdakwa di salah satu pasar, dan terdakwa berpesan jika dirinya hanya memiliki Rp 100 juta. 

"Uang saya berikan ke beliau (bupati) di pendopo ba'da magrib. Uang itu dibungkus kresek hitam pecahan 100 ribuan," ujarnya. 

Selain itu, Haidar pun mengaku sempat menerima titipan untuk bupati dari mantan Kadis PUPR Omarsyah sebanyak dua kali, namun jumlahnya tidak mengetahui. 

Di persidangan juga terungkap pemberian dari Carsa kepada bupati Indramayu Supendi, ke anggota DPRD Jabar Abdul Rozak hingga ke mantan Bupati Indramayu yang juga terpidana korupsi Irianto MS Syafiudin alias Yance. 

Salah satunya dari sopir Carsa, Yahya. Bahkan Yahya mencatat seluruh pengeluaran Carsa, baik yang diberikan untuk Bupati Supendi, anggota DPRD Jabar Abdul Rozaq hingga ke Yance dan Sekda.

"Ke Yance lewat Pak Yanto Rp 200 juta. Kemudian ke Sherly, dan Sekda Indramayu," ujarnya.

Untuk pemberian ke bupati Indramayu diberikan secara langsung dan lewat sopirnya dari tahun 2018 hingga 2019, mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 200 juta. Selain itu, ada juga pemberian ke mantan ajudan Supendi saat menjadi Wabup, yakni Ahmad Deni Sumirat dengan total Rp 550 juta.

Penuntut Umum (PU) KPK pun menanyakan terkait ke salah satu anggota DPRD Jabar Abdul Rozaq Muslim. Yahya pun mengaku pernah memberikan, baik secara langsung ataupun ditransfer. 

"Bahkan saya diperintahkan Carsa untuk membuat rekening, dan buku tabungan serta ATM, dan PIN-nya diserakan kepadanya," katanya. 

Setelah buku tabungan dan ATM ditangan Abdul Rozaq, dirinya sempat beberapa kali melakukan transfer dari mulai Rp 50 juta hingga Rp 200 juta. Bahkan, rekening yang dibuatnya sempat hilang dan dibikin rekening baru. 

"Di rekening yang baru totalnya ada delapan transaksi dengan total Rp 1.000.080.000," tanya penuntut umum KPK dan diamini oleh Yahya. 

Setelah terjadi OTT, Abdul Rozaq Muslim mendatanginya, dan mengembalikan buku tabungan dan atmnya. Selain itu, Yahya tidak mengetahui secara pasti pemberian itu untuk apa. Dirinya hanya diperintahkan mentransfer saja.

Namun semua terbantahkan, saat PU KPK membacakan Berita Acara Pemeriksan (BAP) diamana dalam keterangannya Yahya menyebutkan jika pemberian kepada Supendi dan Abdul Rozaq agar mengawal penganggaran proyek di Indramayu yang bersumber dari bantuan provinsi (Banprov). (Ahmad Sayuti)