Sapaan Pagi untuk Kebersahajaan Hidup

Sapaan Pagi untuk Kebersahajaan Hidup
istimewa

SELAMAT pagi sahabatku dan saudaraku. Semoga hari ini senantiasa penuh keberkahan. Keberkahan adalah keadaan yang lebih dari sekedar memiliki sesuatu.

Keberkahan adalah nilai tambah berupa kemanfaatan dan kebahagiaan yang Allah titipkan dibalik sesuatu yang dianugerahkanNya untuk kita. Keberkahan seringkali diberikan olehNya ketika kita senantiasa berpikir positif akan segara apa yang menjadi ketentuanNya bagi kita dan kemudian mensyukurinya dengan penuh ketulusan.

Indah sekali hidup ini ketika kita mampu untuk selalu berprinsip bahwa ketika Allah menjauhkan kita dari apa yang kita suka, tidak memberikan apa yang kita pinta dan tidak menganugerahkan apa yang kita cinta adalah bukan karena Allah tak perhatian kepada kita melainkan karena Allah berkehendak mendekatkan kita pada apa yang Dia suka, berkehendak memberikan apa yang Dia mau, dan menganugerahkan apa yang menurutNya terbaik untuk kita.

Yakinilah bahwa selalu ada kebaikan di balik setiap takdir, baik yang kita sukai atau yang tidak kita sukai. Kita menginginkan agar rizki kita selalu bertambah dan tak berkurang, namun sering Allah menggoda kita dengan hadirnya penipu dan pencuri harta kita. Kita selalu berharap orang yang kita cinta berada di sisi kita, lalu Allah sering menggoda kita dengan keadaan dan kejadian yang mengharuskan kita berjauhan dengan orang kita cinta. Semua itu adalah kadang karena Allah ingin mengajarkan selaksa makna airmata di samping sejuta arti senyuman.

Sepanjang kehidupan kita, kita akan selau mendapatkan surat-surat kecil dari Tuhan melaui setiap kejadian yang menimpa kita. Bacalah dengan baik, lalu sesuaikan dengan surat-suratNya dalam al-Qur'an. Kita akan temukan kesesuaian dan keserasian di balik segala sesuatu. Ternyata segala sesuatu itu terjadi karena alasan-alasan yang kadang Allah sembunyikan demi sebuah alasan juga.

Yakinkan hati bahwa Allah Mahaadil, Mahamelihat, Mahamengetahui, Mahasayang dan senantiasa menetapkan yang terbaik bagi kita. Kalau sudah begini, masihkah ada tempat untuk larut dalam kesedihan dan kekecewaan? Salam, AIM. [KH Ahmad Imam Mawardi)