Butuh Perhatian, Air Mancur Sribaduga Ngadat

Butuh Perhatian, Air Mancur Sribaduga Ngadat
dok/inilahkoran

INILAH, Purwakarta - Pertunjukan air mancur menari di Taman Sribaduga di Situ Buleud Kabupaten Purwakarta kembali tak dioperasikan untuk sementara waktu. Pasalnya, ada beberapa fasilitas penunjang air mancur rusak.

"Butuh perhatian, jadi mulai akhir pekan ini tidak beroperasi dulu," ujar Kabid Pariwisata dan Kebudayaan Disporaparbud Purwakarta Irfan Suryana kepada INILAH, Jumat (10/1/2020).

Irfan menjelaskan, dari hasil pemeriksaan timnya terjadi kerusakan di beberapa komponen mekanikal elektrikal yang selama ini berperan sebagai penggerak tirai air mancur tersebut. Sehingga, perlu perbaikan secepatnya.

"Komponen tersebut, fungsinya untuk menggerakan tirai air. Namun, karena ada kerusakan jadi tidak berfungsi normal. Sudah butuh perbaikan," jelas dia.

Atas dasar itu, pada akhir pekan nanti jajarannya memutuskan untuk tidak mengoperasikan pertunjukan air mancur menari di taman besar ini. Karena, menurutnya terlalu berisiko jika harus dipaksakan. Dikhawatirkan, malah memperparah kerusakan komponen tersebut.

"Kami tidak mau ambil risiko. Karena, kerusakannya sudah harus ditanggulangi," jelas dia.

Dalam hal ini, pihaknya tak bisa memastikan sampai kapan penutupan sementara ini berlangsung. Karena, pihaknya hanya bisa menunggu hingga perbaikan mekanikal elektrikan yang dilakukan dinas terkait telah selesai.

Irfan menambahkan, secara teknis pemeliharaan Taman Sribaduga itu dilakukan lintas instansi. Adapun untuk perbaikan sendiri, leading sektornya ada di Dinas Tata Ruang dan Pemukiman. Dalam hal ini, kewenangan jajaranya hanya sebatas pengelolaan dan operator pariwisatanya saja.

Terpisah, Kabid Pertamanan dan PJU Distarkim Purwakarta Kosasih menjelaskan pada awal 2020 ini pihaknya memang diberi tugas untuk melakukan perbaikan fasilitas di Taman Sribaduga.

"Memang sudah butuh perhatian. Makanya, di 2020 ini kami mengalokasikan anggarannya," ujar Kosasih.

Dia menuturkan, anggaran yang disiapkan untuk perbaikan tersebut mencapai Rp3,5 miliar. Untuk semantara, anggaran sebesar itu akan difokuskan untuk perbaikan komponen eletrikal mekanikal air mancur.

"Kalau merujuk pada hitungan kami, sebenarnya dibutuhkan Rp10 miliar untuk perbaikan ini. Tapi, karena anggarannya terbatas, jadi kami maksimalkan saja Rp3,5 miliar ini untuk perbaikan kerusakan komponen elektrik," tambah dia.

Kosasih kembali menambahkan, sebenarnya jika berbicara dari sisi keamanan, seluruh fasilitas di taman tersebut sudah harus direvitalisasi seluruhnya. Terutama, komponen-komponen yang bersentuhan langsung dengan air di situ tersebut.

"Sebenarnya sudah harus direvitalisasi seluruhnya. Pertama kan sudah lama tuh pipa-pipa dan tiang penyangga panggung di tengah situ itu terendam air. Sudah pasti mengalami korosi kan. Kalo dibiarlan khawatir ambruk atau pipanya tak kuat menahan tekanan air kemudian pecah," pungkasnya. (Asep Mulyana)