Jalan Diponegoro Zona Merah Pedagang

Jalan Diponegoro Zona Merah Pedagang
Jalan Diponegoro Zona Merah Pedagang

INILAH, Bandung,- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung kembali melakukan penyisiran di kawasan Jl.Diponegoro yang kerap dijadikan sebagai tempat berjualan moko atau mobil toko. Satpol PP juga secara tegas menyampaikan, larangan mobil toko (moko) berjualan di Jalan Dipenegoro dan sekitarnya. Satpol PP memastikan, hal itu sesuai dengan Perda Nomor 4 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Perhubungan dan Retribusi Perhubungan.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban (Satpol) PP Kota Bandung, Taspen Efendi mengungkapkan, Jalan Dipenogoro merupakan zona larangan parkir. Tak hanya itu, Jalan Diponegoro juga merupakan zona merah atau kawasan yang terlarang untuk kegiatan berdagang.

Karena itulah lanjut Taspen, pihaknya kembali mengadakan giat untuk mengimbau dan mengingatkan pedagang, sekaligus memasang spanduk sebagai sosialisasi kawasan tersebut sebagai zona merah parkir dan pedagang.

"Sabtu kemar, 11 Januari kami telah melaksanakan penghimbauan kepada pedagang moko mulai dari Diponogoro, Pusdai, Citarum dan Istiqomah. Intinya sosialisasi bahwa kawasan tersebut merupakan zona merah untuk aktivitas perdagangan dan parkir," kata Taspen, Minggu (12/1).

Taspen mengungkapkan, selama ini banyak masyarakat mengeluhkan keberadaan aktivitas berjualan di dalam mobil atau dikenal dengan mobil toko. Satpol PP Kota Bandung juga banyak menerima keluhan tersebut secara langsung maupun via media sosial. Masyarakat menilai, mobil toko telah mengganggu arus lalu lintas. "Bersama personil gabungan dari kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan dan aparat kewilayahan, kita bersihkan," ujarnya.

Taspen mengungkapkan, untuk bisa membersihkan keberadaan moko di Jalan Diponegoro dan sekitarnya ini memerlukan konsistensi dan kerja sama dari berbagai pihak. Namun dia memastikan Satpol PP akan memantau secara rutin di kawasan tersebut.

"Prinsipnya kita akan coba lagi membersihkan Jalan Diponegoro dan seputarannya. Tapi tidak sampai di situ juga karena kita ini harus rutin. Kita akan tempatkan anggota di situ," terangnya.

Selain menertibkan, sambung Taspen, tim gabungan juga sudah memetakan lokasi alternatif untuk merelokasi moko ke tempat yang lebih baik. Sejumlah opsi telah diberikan kepada pimpinan untuk diputuskan. "Kalau bicara rutin berarti harus ada solusi. Nah jadi kemarin juga sudah ada beberapa tempat. Nanti yang memutuskan pimpinan," tambahnya.

Di luar itu, Taspen meminta kepada masyarakat untuk lebih aktif memberi informasi kepada Satpol PP. Tanpa terkecuali laporan mengenai adanya potensi pelanggaran regulasi lainnya selain moko. "Pokoknya masyarakat diharapkan lebih proaktif kalau ada pelanggaran atau apapun itu silahkan menghubungi Satpol PP Kota Bandung," katanya. (ghi)