Honorer Damkar Kab Cirebon Bayar Puluhan Juta untuk Uang Pelicin?

Honorer Damkar Kab Cirebon Bayar Puluhan Juta untuk Uang Pelicin?
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Cirebon- Kabar tak sedap datang dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Cirebon. Belasan tenaga honorer diduga masuk dengan 'uang pelicin' puluhan juta rupiah.

"Sekitar 16 tenaga honor baru yang masuk di Damkar. Padahal harusnya, berdayakan yang sudah ada. Mereka kabarnya bayar puluhan juta per orang. Logikanya, masuk honor pemda, mana ada yang gratis," kata sumber yang enggan disebutkan namanya.

Kadis Damkar Kab Cirebon, Iis Krisnandar enggan berkomentar ketika dimintai konfirmasi. Dia menyebut Sekdis Damkar, Dadang Kosasih lebih berwenang untuk memberikan jawaban. "Silahkan hubungi Sekdis, saya no comment," elaknya, Senin (13/1/2020).

Saat ditemui, Sekdis Damkar Kab Cirebon, Dadang Kosasih tidak menampik ada tenaga honor baru. Jumlahnya 16 orang dan akan ditempatkan di Pos Damkar Pangenan.

Namun dirinya mengaku tidak tahu persoalan 'uang pelicin' dari para honorer itu. Dadang hanya mengatakan, mereka harus bayar Rp5 juta, saat mengikuti diklat resmi berkaitan dengan masalah ketangkasan pemadaman api.

"Kalau bayar puluhan juta masuk kesini saya tidak tahu, karena saya tidak menerima uang sepeserpun. Mereka hanya harus bayar saat mengikuti diklat resmi, dan biayanyapun resmi. Coba tanyakan saja ke Pak Kadis," jelas Dadang.

Dadang tidak menampik perekrutan tenaga honorer Damkar Kab Cirebon tidak memakai spesifikasi khusus. Alasannya, bila diumumkan secara terbuka, justru takut dimanfaatkan oleh oknum yang hendak menitipkan pegawai. 

Dadang  lebuh lanjut mengaku tidak mau ribet karena tahun tahun sebelumnya, dia sempat mendengar kabar, banyak honor di semua SKPD ditarif dengan nilai yang cukup besar.

"Rekrutmennya langsung dari keluarga Damkar sendiri. Ini untuk menghindari adanya titipan dengan embel-embel bayar. Masalah duit, saya tidak tahu sama sekali. Saya berani sumpah, saya tidak menerima apapun dari tenaga honor," tukasnya. (maman suharman)