Di Purwakarta Cabai dan Bawang Naiknya Gila-gilaan

Di Purwakarta Cabai dan Bawang Naiknya Gila-gilaan
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Purwakarta – Harga komoditas cabai dan bawang di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Purwakarta cenderung masih mahal. Bahkan, sampai saat ini nyaris seluruh jenis cabai dan bawang masih mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan antara 20-100 persen per kilogramnya.

Kondisi tersebut, seperti yang terpantau di Pasar Rebo, Kelurahan Sindangkasih. Salah seorang pedagang sayuran, Suryati (45), membenarkan jika masih terjadi kenaikan, terutama jenis cabai dan bawang.

“Kenaikan harga ini, tak hanya terjadi pada cabe rawit, melainkan juga terjadi pada jenis cabe lainnya. Termasuk, bawang merah dan bawang putih,” ujarnya kepada wartawan, Senin (13/1/2020).

Dia menjelaskan, harga komoditas cabai kenaikannya nyaris 100 persen. Sebagai contoh, untuk harga cabe merah misalnya, saat ini harganya mencapai Rp 70 ribu per kilogram. Padahal, sebelumnya hanya Rp 35 ribu per kilogram.

Sedangkan, sambung dia, untuk harga bawang merah saat ini dikisaran Rp 38 ribu per kilogram. Padahal, sebelumnya hanya Rp 32 ribu per kilogram. Tak hanya jenis cabai dan bawang, harga sayuran lainnya pun ada beberapa yang harganya turut naik.

“Untuk Wortel juga ada kenaikan. Yang tadinya Rp10 ribu per kilogram saat ini menjadi Rp16 ribu per kilogram. Tomat juga naik, dari Rp 6.000 menjadi 10.000 per kilogramnya,” jelas dia.

Surya mengaku, pihaknya tak tahu persis penyebab naiknya harga sejumlah sayuran tersebut. Hanya saja, menurut dia, kenaikan harga sayuran ini sepertinya dipicu oleh stok barang yang menipis akibat cuaca. Di sisi lain, permintaan dari para pedagang mengalami peningkatan.

“Mungkin karena banjir di sejumlah daerah ya, jadi pengirimannya terganggu. Tidak tahu persis sih, yang jelas akibat kenaikan ini penjualan kami menurun 30 persen,” pungkasnya. (Asep Mulyana)