Amdal Lalin Mall Boxies 123 Segera Dievaluasi

Amdal Lalin Mall Boxies 123 Segera Dievaluasi
Wali Kota Bogor Bima Arya saat membuka mall Boxies 123, Sabtu (11/1/2020) lalu. (Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor - Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menjawab keluhan masyarakat akibat kemacetan di Jalan Raya Tajur lantaran mulai beroperasionalnya Mall Boxies 123 sejak Sabtu (11/1/2020). Dia akan mengevaluasi lalu lintas pusat perbelanjaan itu.

"Untuk jangka pendek kami akan evaluasi alur kendaraan keluar masuk, shelter dan seluruh aspek terkait di lokasi tersebut," ungkap Dedie kepada awak media pada Senin (13/1/2020).

Dedie mengaku akan mengarahkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor untuk melakukan evaluasi. Selain evaluasi desk review, juga akan dilakukan terhadap lima jalur angkutan perkotaan (Angkot) yang masuk ke Kota Bogor melalui Jalan Raya Tajur.

"Sehingga ada kepastian pembangunan terminal batas kota dari Provinsi Jawa Barat. (Sidak) Fakultatif, bisa desk review sambil tunggu laporan evaluasi Dishub," tambahnya.

Dedie menegaskan, bahwa tidak ada pihak yang dikorbankan dengan hadirnya mall Boxies 123. Sebaliknya, ada dampak positif untuk Kota Bogor karena bisa meraup pendapatan dari sektor perdagangan. Karena PAD Kota Bogor kan cuma dari perdagangan, jasa dan pajak saja, kecuali Bogor lahannya luas sehingga ada penghasilan pajak BPHTB dan lain-lain. 

"Kita cari solusi untuk meminimalisasi dampak, insyaallah baik untuk semua,” terangnya.

Dedie juga menerangkan, Pemkot Bogor telah menyiapkan program jangka panjang untuk meminimalisir kemacetan yang biasa terjadi di Jalan Raya Tajur. Salah satunya yakni menyelesaikan jalur Bogor Regional Ring Road (R3) yang dimulai dari wilayah Parung Banteng hingga Wangun. Jalur alternatif yang dianggap komprehensif itu juga sempat dia diskusikan dengan pimpinan DPRD Kota Bogor agar menjadi perhatian bersama. 

"Sebab kebutuhan anggaran yang cukup besar untuk pembebasan lahan maupun pembangunannya. Kami upayakan tahun 2021 sudah masuk prioritas untuk mulai lagi dianggarkan," pungkasnya. (Rizki mauludi)