Pasokan Pupuk Bersubsidi PKC Capai Tiga Kali Lipat

Pasokan Pupuk Bersubsidi PKC Capai Tiga Kali Lipat
net

INILAH, Karawang - Sejauh ini, stok berbagai pupuk di PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) relatif melimpah. Bahkan, ketersediaan pupuk itu mampu memenuhi kebutuhan tiga kali lipat dari ketentuan pemerintah.

Wakil Sementara Manajer Humas PKC Indra Gunawan mengatakan, pasokan pupuk bersubsidi untuk wilayah Jabar dan Banten hingga saat ini relatif surplus. Dia menuturkan, stok urea mencapai 193.335 ton atau setara 441% dari ketentuan pemerintah. 

Selain itu, stok NPK mencapai 56.659 ton atau setara 462% dan pupuk organik pun stoknya mencapai 11.088 ton atau setara 218%. Stok pupuk tersebut diakuinya mampu memenuhi kebetuhan tiga kali lipat dari ketentuan pemerintah.

"Stok pupuk kita melimpah. Jumlahnya mencapai tiga kali lipat dari ketentuan pemerintah. Karenanya, menghadapi puncak musim tanam bulan Februari nanti kita pastikan stok pupuk sangat aman," kata Indra kepada Inilah Koran, Senin (13/1/2020).

Terkait serapan pupuk bersubsidi, sepanjang 2019 kemarin diakuinya relatif tidak optimal. Kondisi itu disebabkan adanya anomali cuaca. Hal tersebut mengakibatkan musim kemarau di sepanjang tahun lalu jauh lebih panjang. Dengan kondisi itu, tingkat keterserapan pupuk oleh petani mengalami keterlambatan.

Dia mengakui, berdasarkan catatan yang dimiliki itu menunjukkan penyerapan pupuk sepanjang tahun kemarin itu tidak sesuai harapan. Hal itu, dipengaruhi musim panas yang cukup panjang sehingga sejumlah daerah terdampak kekeringan.

"Penyerapan untuk semua jenis pupuk bersubsidi yang kita produksi selama tahun kemarin, di bawah 100%," ujarnya.

Secara rinci, penyaluran pupuk subsidi di wilayah Jabar dan Banten itu masing-masing urea hanya mencapai 530.733 ton atau setara dengan 89% dari ketentuan pemerintah sebanyak 595.143 ton.

Serupa dengan itu, distribusi pupuk NPK hanya sebanyak 135.473 ton atau setara 97% dari ketentuan pemerintah yang mencapai 139.062 ton. Pupuk organik pun penyalurannya hanya mencapai 86.764 ton atau 93% dari ketentuan yang mencapai 92.882 ton.

Meski demikian, Indra menegaskan pihaknya optimistis penyerapan pupuk bersubsidi pada 2020 ini akan jauh lebih baik. Apalagi, pada Februari-Maret 2020 itu merupakan puncak musim tanam.

Selain itu, ketersediaan air kini pun relatif melimpah. Sebab, sejak Desember lalu curah hujan yang turun di wilayah Jabar dan Banten cukup tinggi. 

"Dengan begitu, petani bisa menyegerakan untuk tanam karena airnya cukup tersedia. Kami optimis, di trimester pertama tahun ini penyerapan pupuk akan tinggi," sebutnya. (Asep Mulyana)