Open Bidding 7 Eselon II Pemkot Bogor Bandung Tunggu Standarisasi Kompetensi

Open Bidding 7 Eselon II Pemkot Bogor Bandung Tunggu Standarisasi Kompetensi
Ilustrasi/Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Proses open bidding tujuh jabatan eselon II di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor urung digelar awal Januari 2020. Hal itu dikarenakan menunggu standar kopentensi dari pemerintah pusat.

"Jadi standar kompetensi untuk jabatan eselon II ini, standarisasi seperti apa, kemampuan managerial seperti apa dan juga kemampuan teknisnya harus seperti apa. Lalu ada lagi sosial kulturalnya seperti apa," ungkap Kepala Bidang Mutasi, Disiplin dan Kesejahteraan pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bogor Evandhy Dahni.

Evan melanjutkan, perangkat daerah itu karena tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang berbeda, otomatis standar kompetensi juga berbeda. Jadi Komite Aparatur Sipil Negara (KASN) baru akan mengeluarkan izin rekomendasi setelah syaratnya terpenuhi. 

"Yang terbaru salah satu yang harus didapat adalah standar kompetensi setiap jabatan eselon II. Jadi harus ada standar kopentensi masing-masing jabatan yang akan dilakukan open bidding," tambahnya.

Evan menambahkan, total ada tujuh jabatan yang kosong khususnya tingkat eselon II dilingkungan Pemkot Bogor. Lima memang dikosongkan saat dilakukan rotasi dan mutasi diakhir tahun 2019 kemarin, sementara itu dua jabatan akan kosong karena dua pejabat memasuki masa pensiun.

"Nanti jadi ada total tujuh jabatan, melihat potensi pejabat yang ada di Kota Bogor sudah cukup memenuhi tujuh posisi yang kosong. Jadi banyak yang sudah layak dan bisa dicek juga di aplikasi Anjas Gokil," jelasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, open bidding akan dibuka pada awal Januari 2020, dibuka kesempatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memenuhi persyaratan, yakni kepangkatan dan golongan. Salah satunya adalah terbuka bagi ASN yang saat ini menduduki jabatan eselon IIIA atau memiliki golongan minimal IVa.

"Nantinya akan dilakukan tes bagi ASN yang mendaftar diantaranya adalah wawancara. Itu dilakukan untuk mengetahui potensi kepemimpinan dan komitmen," tegasnya. (Rizki Mauludi)