BUMD Jabar Harus Efesien dalam Tiga Hal Ini

BUMD Jabar Harus Efesien dalam Tiga Hal Ini
Foto: Rianto Nurdiansyah

INILAH, Bandung- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Barat ditekankan untuk melakukan efisiensi dalam tiga hal.

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Investasi dan BUMD Jabar Noneng Komara Nengsih usai Sharing Session di Hotel Santika, Jalan Sumatera, Kota Bandung, Senin (13/1/2020).

Noneng mengatakan, hal tersebut senada dengan disampaikan Mantan Wakil Menteri ESDM 2016-2019 Arcandra Tahar yang juga hadir dalam kegiatan ini. Di mana efisiensi meliputi Sumber Daya Manusia (SDM), teknologi dan sistem kerja BUMD tersebut.  "Itu akan lebih efisien ketika dikelolanya bisa lebih baik," ujar Noneng. 

Efisiensi tersebut, menurut dia, tak terkecuali harus diterapkan oleh Migas Hulu Jabar. Di mana BUMD tersebut diharapkan menyiapkan program yang tidak sekadar menguntungkan tapi harus good corporate and governance (GCG).Hal itu harus benar-benar dikaji tim investasi.

"Kalau tidak good corporate and governance ya mending jangan melakukan investasi dan investasi tersebut menguntungkan tentunya juga menguntungkan bagi masyarakat Jawa Barat sesuai dengan kor bisnisnya," kata dia 

Sementara itu, Direktur Migas Hulu Jabar  Begin Troys mengatakan, terkait program ke depan pihaknya akan merujuk pada arahan pemegang saham dalam biro investasi dan BUMD. Di mana bakal  mengintegrasikan atau bersinergi dengan BUMD lainnya selama sesuai dengan aturan. 

Ha ini sudah mulai dilakukan seperti dengan BIJB, dengan Agronesia. Ke depan pihaknya akan melakukan sinergitas dengan BUMD lainnya di Jabar. 

"Kita sudah diskusi dengan Jasa Sarana untuk melihat kemungkinan dimensi  kerjasama jangka  pendek maupun jangka panjang yang tentunya sesuai dengan ketentuan dan juga saling menguntungkan dan saling memperkuat positioning-nya kedepan," ujar Begin.

Disinggung alasan mengundang Arcandra, dia menilai, karena mantan wakil menteri itu salah satu tokoh yang pernah mempengaruhi sangat besar pada BUMD. Khususnya terkait dengan kebijakan masa Menteri Jonan yang mengeluarkan permen Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 tahun 2016 mengenai Participacing Interest (PI) dari blok ONWJ sebesar 10% pada daerah melalui badan usaha milik daerah Jawa Barat dan sudah berhasil. 

"Sekarang masuk fase pengelolaan dan beliau berkenan untuk memberikan overview tambahan tentang energi saat ini maupun pengaruh kepada BUMD kita kira-kira positioning-nya seperti apa, baiknya bagaimana," katanya.

Menurut Begin, Arcandra tidak memberikan arahan kepada pihaknya secara langsung. Sebab hal tersebut merupakan tugas dari Migas Hulu Jabar sendiri yang merujuk pada arahan pemegang saham.

"Dalam hal ini biro investasi dan BUMD untuk mengintegrasikan tadi kepada program-program Migas Hulu Jabar ke depan," pungkasnya. (Riantonurdiansyah)