Sikap Kami: Menang Banyak di Emirat

Sikap Kami: Menang Banyak di Emirat

INI kabar yang patut kita syukuri. Uni Emirat Arab akan melakukan investasi di Indonesia. Ada kesepakatan investasi pengembangan bisnis, utamanya sektor energi. Nilainya tak tanggung-tanggung: US$22,89 miliar atau setara Rp315 triliun.

Mau tahu kemana uang-uang Emir Arab itu akan berlabuh? Tak salah. Kuantitas maupun kualitas, ke Jawa Barat. Separuh dari 11 MoU yang sudah ditandatangani, untuk proyek-proyek di Jawa Barat. Lebih separuh dari nilainya, yakni US$12,6 miliar, untuk proyek petrochemichal di Balongan, Indramayu.

Total investasi UEA itu hampir 10 kali lipat nilai APBD Jawa Barat. Jadi, bisalah kita bayangkan, betapa nilai kejutnya untuk kemajuan ekonomi Jawa Barat nantinya.

Selain proyek Balongan, duit UEA juga akan ditanamkan di Subang, Lembang, hingga Cirata. Selain investasi di bidang teknologi energi, kerja sama juga akan menyangkut sumber daya manusia (SDM).

Ini yang menggembirakan buat kita. Terlebih, beda dengan investor asal China, yang sebagian mengikutkan pekerja hingga kelas ecek-ecek, investasi UEA sudah hampir bisa dipastikan akan melibatkan tenaga kerja lokal lebih banyak. Sebab, alih-alih UEA membawa tukang masak dari jazirah Arab, lha tukang masak mereka saja didatangkan dari negeri kita.

Maka, ini satu harapan untuk penyerapan tenaga kerja yang lebih banyak. Apalagi, salah satu di antara 11 rancangan yang sudah ditandatangani itu adalah khusus antara Pemprov Jawa Barat dengan Lulu Group International, perusahaan hypermarket dan retail dari Abu Dhabi.

Lulu adalah hypermarket yang mampu bersaing dengan Eropa. Di Indonesia mereka sudah mulai masuk, salah satunya di Serpong, Tangerang Selatan. Di Jawa Barat nanti akan ada Sentul (Bogor), Sawangan, Cinere (Depok).

Sudah ada pula letter of intent (LoI) yang ditandatangani Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum tentang penempatan 1.500 tenaga kerja Jabar di Lulu Group Abu Dhabi. Tentu ini akan memperluas jaringan peluang kerja warga Jabar yang sebelumnya sudah terbuka di Jepang dan Korea Selatan.

Tentu, selain sebagai berkah, ini adalah sebuah tantangan. Bagaimana menyiapkan tenaga kerja yang betul-betul siap bersaing di level internasinal. Bekerja di rantau, bukan lagi kampung halaman.

Tapi kita percaya, pemerintah Jawa Barat memiliki strategi untuk menyiapkannya. Yang penting, kita sambut dengan senang hati peluang-peluang yang terbuka untuk kesejahteraan masyarakat Tanah Pasundan ini. (*)