Ekskul Riset, Melatih Kepribadian dan Keterampilan Anak

Ekskul Riset, Melatih Kepribadian dan Keterampilan Anak
Ekskul Riset di SMP Darul Hikam, Kota Bandung. (okky adiana)

INILAH, Bandung - Padatnya jadwal sekolah, tak sedikitpun menggendurkan semangat siswa SMP Darul Hikam, Kota Bandung, untuk terus menggali potensi yang ada dalam dirinya. Melalui organisasi ekskul Riset, siswa bisa berkreativitas tanpa batas.

Untuk menggali kreativitas masing-masing siswa, ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh pihak sekolah. Selain di bidang akademik, salah satu cara yang banyak ditempuh oleh setiap sekolah yakni melalui ekstra kurikuler (ekskul).

Ya, organisasi kesiswaan yang berada di bawah naungan sekolah ini, jelas memberikan ruang gerak yang bebas kepada siswa untuk mengeksplorasi segala kemampuan yang mereka miliki. Di organisasi ini, siswa bisa berbagi ilmu dengan rekan-rekannya, bertukar pendapat, belajar disiplin waktu dan hal-hal positif lainnya.

SMP Darul Hikam misalnya. Sekolah yang berpusat di Jalan Tubagus Ismail, Kota Bandung ini, memiliki beragam ekskul yang bisa dipilih, salah satunya adalah Ekskul Riset. Organisasi resmi di bawah naungan sekolah ini memfokuskan diri pada bidang sains atau pengetahuan.

Definisi sains itu sendiri adalah, cara untuk mempelajari berbagai aspek-aspek tertentu dari alam secara terorganisir, sistematik dan melalui berbagai metode saintifik yang terbakukan.

"Ini namanya ekskul Riset, ekskul ini berdiri sekitar tujuh tahunan. Berangkat dari penelitian kecil, awalnya kita meneliti makanan yang berformalin, setelah itu bagaimana bikin organisasi, akhirnya kita bikin klub, dua atau tiga tahun ini menjadi ekskul," ujar Guru Prakarya SMP Darul Hikam, Ari Widiastuti, kepada INILAHKORAN, pada Selasa (14/1/2020).

Dia mengatakan, ekskul Riset di SMP Darul Hikam memiliki kegiatan yang sangat beragam. Misalnya, kegiatan teknik laboratorium, bagaimana meneliti air, bagaimana meneliti tumbuh-tumbuhan, dan mereka juga membuat pengolahan sampah anorganik dan organik, kemudian juga membuat riset-riset kecil, dan lainnya. "Ekskul ini jumlah siswanya sekitar 18 orang, kelas tujuh dan delapan," ucap Ari.

Ari menambahkan, tujuan dari Riset ini adalah untuk mengasah minat dan bakat anak, bagaimana anak-anak bisa mengasah ketelitiannya, kerajinannya, dan tentunya tidak hanya cerdas, tapi bagaimana mereka bisa teliti, bisa ulet dan tekun, karena memang untuk satu penelitian tidak cukup sekali atau dua kali pertemuan, dan bahkan selesai juga akan ada penelitian lanjutan.

"Manfaat dari riset ini ke depan anak-anak bisa Mengisi waktu, pengalaman. Ke depan anak-anak ini kan jadi spesialis, ini akan mengasah kepribadian mereka, keterampilan mereka," imbuh Ari

Dia berharap, keberadaan Riset yang ada di sekolahnya ini, bisa muncul siswa yang tidak hanya pintar di bidang sains, tapi mereka juga bisa kreatif dan siswa bisa membuat sebuah produk yang bermanfaat, baik bagi pihak sekolah, maupun masyarakat secara umum.

"Riset ini menjadi wadah mereka untuk mengasah bakat siswa-siswinya, dan dia menjadi pribadi yang ulet, terampil, rajin di mana pun dia nanti berkecimpung, bekerja tapi karakter orang-orang riset itu ada," tambah Ari. (okky adiana)