Berkas Rampung, Kasus Akumobil Siap Disidangkan

Berkas Rampung, Kasus Akumobil Siap Disidangkan
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Satreskrim Polrestabes Bandung telah merampungkan seluruh berkas lima direktur PT Aku Digital Indonesia atau Akumobil ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung. Artinya, proses hukum para tersangka akan memasuki tahap persidangan.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri mengatakan, kelima direktur yang telah dirampungkan berkasnya yakni Direktur Pemasaran Akumobil Firman, Direktur Administrasi dan Keuangan Akumobil Alif, Direktur Operasional MH, Direktur Divisi Motor Rs, dan terakhir Direktur HRD berinsial M Idris,

Sementara, untuk tersangka utama yang juga Direktur Utama PT Aku Digital Indonesia Bryan Jhon Satya sudah terlebih dahulu dilimpahkan berkasnya pada pertengahan Desember 2019 lalu.

"Iya semua sudah P21 ya. Sekarang sudah tahap dua," ucap Galih saat dikonfirmasi, Selasa (14/1/2020).

Terpisah, kuasa hukum dari Akumobil, Maryani Wiwik mengungkapkan, pasca berkas para kliennya rampung, pihaknya tengah menunggu jadwal persidangan yang akan di tetapkan oleh Pengadilan Negeri Bandung.

"Kalau hari ini P21 untuk para direktur artinya kita menunggu jadwal sidang. Kalau untuk Bryan sendiri sudah beberapa Minggu yang lalu sama juga untuk menunggu sidang," ucap Wiwik saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Wiwik menuturkan, saat ini pihaknya bersama tim kuasa hukum Akumobil tengah menyusun upaya-upaya hukum yang disiapkan untuk proses pengadilan nanti.

"Kalau tim lawyer kan sudah pasti mengupayakan untuk upaya-upaya hukum nanti dibuktikan di pengadilan, terbukti ataukah tidak karena kita kan tidak bisa mengatakan si A ini begini dan begitu. Nanti buktikan dengan fakta-fakta hukum yang ada, bukti-bukti yang ada, dan saksi-saksi yang ada," ujar Wiwik.

Selain itu, Wiwik menambahkan soal upaya pengembalian uang konsumen, pihaknya masih menunggu keputusan dari para konsumen untuk berdamai atau melanjutkan kasus ini.

"Kalau untuk masalah pengembalian kepada konsumen, beberapa hari kemarin pun kita sudah bertemu dengan beberapa perwakilan konsumen. Artinya, kami semua masih menunggu apakah masih mau berdamai atau bagaimana, silahkan kepada konsumen," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus dugaan penipuan dan penggelapan ini berawal saat Akumobil menawarkan mobil dan motor baru dengan harga sangat murah sekitar 30-40% dari harga pasaran.

Akumobil menawarkan mobil baru seperti Honda Brio, Mobilio, Toyota Agya, Calya, Daihatsu Sigra hingga Alya, dengan harga Rp50-59 juta per unit. Sedangkan, motor baru dengan harga Rp6-8 juta per unit.

Ribuan orang di Kota Bandung, Cirebon, Kuningan, dan Majalengka tertarik dengan penawaran Akumobil tersebut. Mereka menyetorkan dana antara Rp6 juta hingga Rp59 juta.

Akumobil menjanjikan akan merealisasikan mobil dan motor baru tersebut dalam waktu 1,5 bulan kerja atau 2 bulan setelah konsumen alias para korban menyetorkan uang.

Namun sampai tiga bulan berlalu, mobil dan motor baru idaman para korban tak kunjung datang. Bahkan, pihak Akumobil enggan mengembalikan dana (refund) milik para korban.

Akhirnya, ribuan korban menggeruduk kantor Akumobil di Jalan Sadakeling, Kota Bandung pada Kamis 31 Oktober 2019 malam. Keesokan harinya, Jumat 1 November 2019, penyidik Satreskrim Polrestabes Bandung menetapkan Bryan Jhon sebagai tersangka. (Ridwan Abdul Malik)