Empat Hari Beroperasi, Mal Boxies 123 Didemo

Empat Hari Beroperasi, Mal Boxies 123 Didemo
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Baru empat hari beroperasi, mal Boxies 123 didemo mahasiswa Forum Kajian Mahasiswa (Forkam), Selasa (15/1/2020). Forkam menganggap pembangunan mal Boxies 123 diduga melanggar Perda Nomor 8 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bogor 2011-2031. Selain itu, mahasiswa juga menuntut Boxies untuk menangani permasalahan kemacetan.

Korlap Forkam Irwan Kurniawan mengatakan, permasalahan pelik yang terjadi Kota Bogor yakni mengenai konversi lahan untuk pembangunan tempat-tempat komersil. Tentunya, hal ini akan banyak menimbulkan dampak. Tak hanya dampak lingkungan, namun sosial budaya masyarakat juga akan terkena imbas. 

"Belum lama ini tembok penahan tanah yang menimpa dua rumah warga yang menyisakan trauma bagi masyarakat, terlepas dari ambruknya tembok tersebut tentu saja menimbulkan berbagi pertanyaan mulai dari perencanaan pembangunan dan perizinan yang dipandang hanya kesepakatan kaum kapitalis dengan penguasa tanpa memandang dampak negatif bagi masyarakat Kota Bogor. Selain itu, pertanyaan besar selanjutnya apakah pembangunan tersebut telah sesuai dengan RTRW Kota Bogor tahun 2011-2031," jelasnya.

Dia menilai, bahwa mal tersebut sangat jelas tidak matang dan sarat akan perizinan pembangunan dan dampak sosial ekonomi bagi masyarakat sekitar serta tentu saja izin analisasi dampak lalulintas pun harus dipertanyakan karena letak pembangunan tersebut sangat rawan kemacetan. 

"Maka dari itu kami menuntut agar mal Boxies 123 dihentikan operasionalnya," ungkapnya.

Sementara itu, GM Mall Boxies 123 Jozarki Taruna Jaya mengatakan terkait kemacetan saat pembukaan itu dikarenakan animo masyarakat membeludak. Lebih dari 3.000 kendaraan keluar masuk pada saat pembukaan mal. 

"Sehingga mengakibatkan kemacetan panjang sekali. Kami coba rekayasa setiap pengunjung yang keluar di Boxies dialihkan ke kiri tapi ternyata tidak terlalu efektif. Kami mencoba memperbaiki dihari Minggunya, tidak terlalu parah tapi imbas akhir pekan jadi berpengaruh ke sini," tuturnya. (Rizki Mauludi)