Utang Negara Gendut, Rizal Ramli Bagikan 5 Jurus

Utang Negara Gendut, Rizal Ramli Bagikan 5 Jurus
Ekonom Senior Rizal Ramli. (antara foto)

INILAH, Jakarta - Hingga berakhirnya 2019, Kementerian Keuangan mencatat jumlah utang pemerintah mencapai Rp4.778 triliun. Terjadi penambahan utang sebesar Rp359,7 triliun dalam setahun itu.

Jumlahnya lumayan besar. Kalau diasumsikan setahun ada 365 hari, maha utang pemerintah nyaris bertambah Rp1 triliun per hari. Wow.

Melihat porsi utang pemerintah yang terus membengkak, ekonom senior DR Rizal Ramli tidak heran. Ya, lantaran Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dinilai kurang kreatif dan belum berpihak kepada wong cilik alias rakyat kecil. Padahal, banyak cara yang bisa dilakukan Sri Mulyani sebagai menteri keuangan.

Selanjutnya, Rizal menyebut 5 upaya untuk mengelola utang pemerintah agar tidak semakin tambun. Pertama, lakukan debt-swap dengan menerbitkan bonds lebih murah dan bertenor panjang. "Mumpung yield negatif," papar Rizal di Jakarta, Senin (13/1/2020).

Kedua, lanjut mantan Menko Kemaritiman di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini, skema debt to nature swap atau mengurangi utang dengan konservasi. "Ketiga lakukan asset securitization. "Keempat, naikkan tax ratio yang saat ini terendah dalam 20 tahun. Kelima, tingkatkan pertumbuhan ekonomi," ungkapnya.

Ketika menjabat Menko Ekuin di era Presiden Abdurrahman Wahid, Bang RR, sapaan akrabnya, telah menjalankan kelima strategi tersebut. Hasilnya cukup mujarab, utang luar negeri susut US$4,5 miliar dalam sekejab.

"Efek lainnya, tax ratio naik 11,5%, ekspor naik lipat dua, ekonomi bangkit dari minus 3% jadi plus 4,5%. Gaji PNS dan ABRI bisa naik hingga 125%. Semuanya bisa terwujud dalam 21 bulan," ungkapnya. [inilahcom]