Banjir Bandang Lebak, Pembudidaya Ikan Tawar Merugi Rp867 Juta

Banjir Bandang Lebak, Pembudidaya Ikan Tawar Merugi Rp867 Juta
Antara

INILAH, Lebak - Bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak, Banten beberapa waktu lalu menimbulkan kerugian material bagi masyarakat yang mengembangkan budi daya ikan tawar di kolam sawah maupun keramba.

Kepala Bidang Pengelolaan Pembudidayaan Ikan Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Winda Triana mengatakan, hingga kini nilai kerugian mencapai Rp867 juta. Namun, kerugian itu dipastikan bertambah karena sejauh ini baru dua kecamatan yang diidentifikasi.

Dia menyebutkan, kerugian budi daya ikan tawar terbesar ada di Kecamatan Cipanas. Di wilayah tersebut terdapat areal seluas 8.362 meter persegi kolam atau 481 unit keramba tanah tembok. Kolam-kolam ikan itu tersebar di Desa Sipayung,Talaga Hiang,Cipanas, Sukasari, Bintangresmi, Haur Gajrug, Bintangsari dan Luhur Jaya.

"Masyarakat yang mengembangkan budi daya ikan tawar jenis emas, nila, dan lele di Kecamatan Cipanas menderita kerugian hingga Rp747.416.500," kata Winda dikutip Antara, Rabu (15/1/2020).

Sedangkan, di Kecamatan Lebak Gedong hanya baru diketahui Desa Banjarsari seluas 2.875 meter persegi dengan kerugian mencapai Rp120 juta.

Dia menuturkan, kerugian budi daya ikan milik masyarakat dipastikan bertambah karena belum semua dilakukan pendataan. Saat ini, sejumlah lokasi bencana banjir bandang dan longsor belum terjangkau petugas pendataan di lapangan. (Antara)