Sopir dan Pengusaha di Kab Bandung Tak Tertarik Angkot Online

Sopir dan Pengusaha di Kab Bandung Tak Tertarik Angkot Online
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Keberadaan angkot online jurusan Soreang-Banjaran di Kabupaten Bandung belum membuat pengusaha atau sopir angkot tertarik untuk menggunakan aplikasi tersebut.

Tedi Gunawan, salah seorang pengemudi angkot jurusan Soreang-Banjaran mengatakan pada dasarnya mereka tidak keberatan untuk beralih menjadi angkot online. Namun, ketika melihat berbagai hambatan yang dirasakan rekan sesama sopir yang terdaftar sebagai angkot online, mereka mengurungkan niatnya dan lebih baik tetap menjadi sopir angkot konvensional.

"Penumpangnya jarang, sekarang memang disubsidi tapi ke depannya bagaimana dong. Hal ini juga yang menjadi pertimbangan kami untuk tidak daftar angkot online itu," kata Tedi di Soreang, Rabu (15/1/2020).

Tedi mengatakan, angkot online akan memiliki biaya produksi lebih tinggi. Sebab, kendaraan diakuinya harus terus bergerak walaupun dalam keadaan kosong. Berbeda dengan angkot offline yang bisa ngetem lama sambil menunggu mobil penuh. 

"Dengan begitu konsumsi BBM membengkak. Kalau terus terusan muter muter bisa cepat mogok, kan mobilnya sudah pada tua. Nah itu juga kan jadi masalah buat kami," ujarnya. 

Selain itu, perusahaan pengelola angkot online itu menuntut kondisi kendaraan angkot harus prima. Sehingga para pemilik maupun sopir pesimistis akan diterima.

"Kalau sudah banyak pengguna aplikasinya, sebenarnya mau saja daftar. Tapi kondisi mobilnya juga begini," katanya.

Tedi melanjutkan, keberadaan 17 unit angkot online tersebut tidak memengaruhi keberadaan angkot offline. Karena meskipun beroperasi di jalur yang sama. Terlebih aplikasi dalam angkot online dinilai masih minim pengguna, sehingga para sopir yang sudah masuk online masih mengandalkan penumpang offline.

Di samping itu, saat ini pengguna angkot sudah menurun, sehingga dirinya masih mengandalkan penumpang dari terminal. Angkot online tidak bisa leluasa berdiam lama di terminal, karena sistem mengharuskannya untuk terus bergerak.

"Angkot online mah tidak bisa ngetem seperti saya," katanya. (Dani Nugraha)