Masa Tanggap Darurat Bencana Bogor Diperpanjang 14 Hari

Masa Tanggap Darurat Bencana Bogor Diperpanjang 14 Hari
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Cigudeg - Masa darurat tanggap darurat bencana di Bumi Tegar Beriman ditambah selama 14 hari kedepan. Tujuannya, agar seluruh akses insfrastruktur jalan menuju Desa Cileuksa dan Cisarua, Kecamatan Sukajaya bisa dilalui masyarakat.

Selain membuka akses insfrastruktur jalan, selama dua pekan ke depan itu juga dimanfaatkan untuk menentukan lokasi relokasi bagi warga korban bencana alam yang rumahnya rusak sedang  rusak berat atau lokasinya rawan bencana alam banjir bandang dan longsor.

Usai rapat koordinasi validasi data kebencanaan kecamatan terdampak, Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin mengatakan tim tanggap darurat bencana bersepakat masa tanggap darurat diperpanjang hingga 14 hari kedepan.

"Kami bersepakat masa tanggap darurat bencana akan diperpanjang selama 14 hari, dalam masa itu tim tanggap bencana akan dipergunakan untuk membuka akses jalan dan menentukan lahan relokasi warga korban bencana alam banjir bandang dan longsor baik itu di Sukajaya, Nanggung ataupun lainnya," kata Burhanudin, Rabu (15/1/2020).

Mantan Asisten Pemerintahan ini menambahkan Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) juga masih menghitung jumlah rumah yang mengalami kerusakan, baik itu ringan, sedang maupun berat.

"Ada 4.300 rumah yang mengalami kerusakan karena terdampak bencana alam banjir bandang dan longsor, saat ini DPKPP masih mendata ke lapangan agar datanya valid," tambahnya.

Burhan sapaan akrabnya menuturkan, selain akan memanfaatkan lahan Hak Guna Usaha (HGU), tidak menutup kemungkinan Pemkab Bogor juga akan membeli lahan untuk tempat relokasi.

"Lahan relokasi bisa dengan memanfaatkan lahan HGU milik Perhutani ataupun kalau tidak ada, kami akan membeli lahan masyarakat untuk tempat relokasi," tutur Burhan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Bogor R Soebiantoro menjelaskan di UPT Jalan dan Jembatan Cigudeg ada 9 ruas jalan dan 3 jembatan yang mengalami kerusakan, sementara di UPT UPT Jalan dan Jembatan Jasinga ada 1 ruas jalan dan 4 jembatan yang juga mengalami kerusakan 

"Untuk memperbaiki 10 ruas jalan dan 7 jembatan yang mengalami kerusakan di wilayah UPT Jalan dan Jembatan Cigudeg dan Jasinga ini kami menyiapkan anggaran sebesar Rp 73 miliar, dimana R 45 miliar untuk wilayah UPT Jalan dan Jembatan Cigudeg dan Rp 28 miliar untuk UPT Jalan dan Jembatan Jasinga," jelas Soebiantoro. (Reza Zurifwan)