Dinsos Jabar Siap Menampung Alumni Wyata Guna

Dinsos Jabar Siap Menampung Alumni Wyata Guna
foto: INILAH/Ridwan Abdul Malik

INILAH, Bandung-Aksi protes para alumni Wyata guna kembali berlangsung pada Rabu 15 Januari 2020 di depan gedung BRSPDSN Wyata Guna Bandung. Aksi ini ini digelar sebagai reaksi mereka atas berubahnya Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Wyata Guna menjadi Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna.

Berubahnya status dari Panti menjadi balai menyebabkan berubah pula peraturannya termasuk salah satunya mengenai jangka waktu pemberian pelayanan sosial di instansi tersebut.

Saat masih berstatus Panti, para penerima manfaat dapat menerima pelayanan di Panti tersebut dari SD hingga SMA, bahkan hingga kuliah dengan catatan tertentu. Setelah menjadi Balai, pelayanan sosial diberikan selama 6 bulan kepada penerima manfaat yang telah mendapat rekomendasi dari instansi pemberi pelayanan dasar. 

Salah seorang demonstran, Elda, mengatakan Bahwa jangka waktu tersebut terlalu singkat, "apa yang bisa kami dapatkan hanya dalam jangka waktu 6 bulan?" ujarnya dalam siaran pers yang diterima INILAH, Rabu (15/1/2019).

Pada aksi tersebut hadir wakil Gubernur Jawa Barat, UU Ruzhanul untuk melakukan mediasi dengan para demonstran. UU mengatakan Pemerintah Daerah Prov. Jawa Barat melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat siap menampung sementara para alumni WG tersebut."Mengenai langkah selanjutnya yang akan diambil kawan alumni WG, seperti melanjutkan hingga ke MA atau presiden, silakan saja. Bila perlu kami bantu proses nya. Hanya saja, agar prosesnya dapat berjalan baik, kami harap kawan2 bersedia pindah sementara ke DinSOS Jabar di Cibabat Cimahi."

Uu juga menegaskan semua fasilitas pengasramaan dan permakanan para alumni WG selama tinggal di Dinsos Jabar akan dipenuhi. 

Namun demikian hingga menjelang pukul 12. 00 belum ada keputusan dari para demonstran apakah bersedia pindah sementara ke PRSPD Dinsos Jabar di Cibabat Cimahi atau tidak.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, mengatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan tempat menginap serta makan dan minum bagi para demonstran bilamana mereka bersedia pindah Unit Pelayanan Teknis Daerah bagi Penyandang disabilitas (PRSPD Mensenetruwitu) milik Dinas Sosial di Cibabat Cimahi. "Kami juga sudah siap bila sewaktu waktu harus mendirikan dapur umum dengan tim pelopor perdamaian ke lokasi", paparnya.  (Rianto Nurdiansyah)