Anak TKI Ini Keberatan Ibunya Dianggap Mendapat Siksaan dari Majikannya 

Anak TKI Ini Keberatan Ibunya Dianggap Mendapat Siksaan dari Majikannya 

INILAH, Purwakarta – Sebagian warga di Kabupaten Purwakarta saat ini tengah ramai memperbincangkan Neng Oyah Aipah (42), seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kecamatan Pasawahan yang dikabarkan mendapat perlakukan keji dari majikan tempat dirinya bekerja.

Terlebih, kabar tersebut diperkuat dengan pemberitaan di beberapa media terkait kondisi buruh migran tersebut. Dalam pemberitaan itu, TKI tersebut disebutkan mengalami tindakan tak menyenangkan dan perlakuan kasar oleh majikannya. Sehingga, perempuan minta pertolongan untuk pulang ke tanah air.

Menurut pemberitaan tersebut, informasi mengenai kabar penyiksaan Neng Oyah ini berwal dari laporan yang diterima Ceceng Abdul Qodir salah satu anggota DPRD Purwakarta. dari laporan tersebut, disebutkan bahwa sudah enam bulan terakhir pihak keluarga tak bisa berkomunikasi TKI tersebut.

“Laporan dari pihak keluarga yang mendapat kabar dari temannya, Oyah ini disiksa majikannya dan sedang mencari bantuan,” ujar Ceceng, Rabu (15/1/2020).

Setelah menerima laporan, Ceceng mengaku langsung menindaklanjuti ke Kementerian Tenaga Kerja dan BNP2TKI yang menangani khusus buruh migran atau TKW. Saat itu, Ceceng berharap kasus yang menimpa TKI ini segera diselesaikan.

Tak hanya itu, pihak keluarga Neng Oyah pun kabarnya telah membuat laporan ke KBRI yang ada di Jeddah dan berharap kasus ini bisa secepatnya terselesaikan, karena menyangkut nyawa serta harga diri tenaga kerja bangsa Indonesia. 

Sementara itu, Isna Nurrohmah (19) yang diketahui merupakan anak dari Neng Oyah itu justru keberatan dengan adanya pemberitaan tersebut. Dia menyayangkan, karena dalam pemberitaan itu ibundanya disebut mendapat perlakuan kekerasan dari majikannya di Arab Saudi.

“Saya tegaskan, kondisi mamah baik-baik saja. Tadi pagi saja, saya baru selesai berkomunikasi via seluler,” ujar dia.

Menurut Isna, ibundanya hanya sedang mendapat masalah. Tapi, dia menegaskan, itu bukan dengan majikannya apalagi sampai disiksa. Melainkan, ibundanya ini ketakutan karena ada teman kerjanya yang penyuka sesama jenis.

“Kalau dengan majikan, sebenarnya memang ada. Tapi, itu terkait pembayaran upah yang tak tepat waktu alias ditangguhkan majikannya. Tapi tidak sampai disiksa seperti yang diberitakan,” kata Isna. 

Isna menjelaskan, dari penuturan ibunya sang majikan sebenarnya akan memulangkan Neng Oyah ke Indonesia seminggu lagi. Namun, tiga orang temannya melarikan diri dan Neng Oyah difitnah sebagai pemicunya. 

“Jadi mamah itu sekarang diawasi polisi di sana. Kalau telponan (komunikasi) sering dan lancar-lancar saja komunikasi mah. Bahkan, mamah juga sering mengirimkan uang kepada keluarga yang ada di Purwakarta,” pungkasnya. (Asep Mulyana)