Tangkis Anggapan Pemprov Jabar Tidak Peduli, Uu Tinjau Lokasi Bencana

Tangkis Anggapan Pemprov Jabar Tidak Peduli, Uu Tinjau Lokasi Bencana
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Sukajaya - Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum diperintahkan orang nomor satu di Jabar untuk meninjau lokasi bencana alam banjir bandang dan longsor di Kabupaten Bogor.

Kedatangan mantan Bupati Tasikmalaya ke Sukajaya itu untuk menyerap harapan masyarakat dan Bupati Bogor Ade Yasin terkait bantuan yang diperlukan dari Pemprov Jabar.

"Apa yang saya lihat dan dengar baik dari korban bencana alam maupun Bupati Bogor Ade Yasin akan saya sampaikan ke Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Lalu nantinya oleh beliau akan disampaikan ke Presiden Joko Widodo dan menteri terkait," ujar Uu kepada wartawan, Rabu (15/1/2020).

Politisi PPP ini menerangkan permohonan bantuan logistik, sandang, kesehatan, dan papan atau perumahan yang dialami para korban bencana alam sudah disediakan dan akan ditingkatkan.

"Kalau bantuan logistik,  sandang dan kesehatan itu sudah disalurkan. Tinggal bantuan perumahan yang akan kita berikan tapi itu juga tergantung penunjukan lahan relokasi yang aman dari risiko bencana alam," terangnya.

Uu menjelaskan dari segi anggaran biaya tak terduga (BTT), Pemprov Jabar saat ini sedang menyusunnya. Bantuan yang sudah disalurkan dan kesiapan anggaran BTT ini diakuinya sebagai bukti Pemprov Jabar peduli kepada korban bencana alam yang ada di Kabupaten Bogor.

"Gubernur Ridwan Kamil sudah mendatangi lokasi bencana alam banjir bandang di Gunung Putri, BPBD Jawa Barat sudah di lokasi bencana alam, sementara saya sudah dua kali ke Kecamatan Sukajaya. Hal ini menangkis berita bahwa Kang Emil tidak peduli terhadap korban bencana alam di Kabupaten Bogor," jelas Uu.
 
Di tempat yang sama, Bupati Bogor Ade Yasin menuturkan pihaknya akan menyampaikan apa saja kebutuhan korban bencana alam yang saat ini jumlah pengungsi ada 19.246 jiwa.

"Apa saja kebutuhan korban bencana alam akan saya sampaikan besok di Bandung ke Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono. Yang paling mendesak adalah penyediaan hunian sementara, lahan dan pembangunan rumah di tempat relokasi karena banyak rumah mereka yang sudah tidak layak huni atau aman dari risiko bencana alam," tutur Ade. (Reza Zurifwan)