Demi Pengungsi, Kabupaten Bogor Minta Bantuan Beras 57 Ton ke Pemprov Jabar

Demi Pengungsi, Kabupaten Bogor Minta Bantuan Beras 57 Ton ke Pemprov Jabar
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Sukajaya - Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum menyatakan pihaknya siap memberikan bantuan beras sesuai permohonan Pemkab Bogor.

"Kami dari Pemprov Jawa Barat siap memberikan bantuan beras untuk korban bencana alam banjir bandang dan longsor di Kabupaten Bogor. Asalkan itu diajukan oleh Ade Yasin selaku Bupati Bogor," kata Uu kepada wartawan di lokasi pengungsian di Desa Pasir Madang, Sukajaya, Kabupaten Bogor, Rabu (15/1/2020).

Selain bantuan beras atau logistik, penggemar Rhoma Irama ini pun menambahkan jajarannya juga siap membangun rumah atau hunian tetap bagi korban bencana alam yang rumahnya mengalami rusak berat atau lahannya tidak aman dari risiko bencana alam.

"Karena takut tidak cukup maka bantuan pembangunan rumah atau hunian tetap ini tidak dalam bentuk uang tetapi dalam bentuk fisik rumah dengan nilai sekitar Rp50 juta per rumah," tambahnya.

Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor akan mengajukan permohonan bantuan beras kepada Pemprov Jawa Barat. Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan DKP Kabupaten Bogor Jona Sijabat mengatakan kebutuhan bantuan beras sebesar 57 ton ini berdasarkan jumlah pengungsi yang ada di tiga kecamatan yaitu Cigudeg, Sukajaya, dan Nanggung.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, hingga hari ini jumlah pengungsi di Kecamatan Cigudeg ada 922 jiwa, di Kecamatan Sukajaya jumlah pengungsi ada 12.724 jiwa dan di Kecamatan Nanggung jumlah pengungsi ada 5.310 jiwa, hingga total pengungsi ada 19.246 jiwa.

"Untuk kebutuhan 19.246 jiwa pengungsi yang terdampak bencana alam banjir bandang dan longsor, DKP Kabupaten Bogor akan mengajukan permohonan bantuan beras sebesar 57 ton ke Pemprov Jawa Barat," kata Jona. 

Dia menerangkan, perhitungan jumlah 57 ton beras itu sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 11/2018 tentang cadangan pangan beras pemerintah. Disebutkan, setiap jiwa itu mendapatkan bantuan beras sebesar 0,3 kg perhari selama 10 hari.

"Dengan jumlah penduduk sebanyak 5,8 juta jiwa idealnya cadangan pangan daerah Kabupaten Bogor itu 385 ton. Sedangkan saat ini dari CPD 40 ton beras karena sudah diberikan kepada pengungsi jumlahnya tersisa 15 ton lagi," terangnya.

Jona menjelaskan agar bantuan beras dari Pemprov Jabar nantinya bisa dipertanggungjawabkan, maka DKP akan meminta Camat Cigudeg, Sukajaya, dan Nanggung memberikan data pengungsi secara detil by name by adress.

"Kami akan minta data pengungsi by name by adress, selain bertujuan agar tidak salah sasaran juga agar bisa dipertanggungjawabkan apabila ada pemeriksaan dari inspektorat," jelas Jona. 

Terkait potensi kekurangan bantuan beras, Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin melanjutkan pengurus dan anggota Korpri Kabupaten Bogor akan menyisihkan rezekinya untuk para korban bencana alam.

"Kami sudah himbau kepada belasan ribu ASN (aparatur sipil negara) dan tidak lama lagi Korpri Kabupaten Bogor akan menyumbangkan beras kepada 19.248 jiwa pengungsi," lanjut Burhan. (Reza Zurifwan)